Pasar Melemah, Investor Lokal Tetap Serap IPO Hingga Rp300 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kondisi pasar modal tengah melemah sebagai dampak kenaikan suku bunga perbankan. Tapi bagi perusahaan-perusahaan skala kecil menengah yang berniat mengincar dana melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), nampaknya masih tetap melanjutan rencana tersebut.

Hal itu disampaikan Presiden Direktur PT Jasa Utama Capital, Deddy Suganda Widjaja di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (19/9/2018).

“Kalau perusahaan mengincar dana dibawah Rp100 - 300 miliar masih diserap oleh investor lokal,” kata dia.

Dijelaskan, berdasarkan pengalamannya selama ini, bagi perusahaan- perusahaan yang mengincar dana IPO dibawah Rp300 miliar akan tetap diserap oleh investor ritel dan investor institusi.

“Kalau investor ritel yang untuk trading atau jangka pendek paling kuat Rp20 miliar, tapi investor jangka panjang bisa lebih,” kata dia.

Sementara itu, perusahaan- perusahaan yang mengincar dana lebih dari Rp1 triliun, harus  bersabar menunggu reda pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. 

“Kalau lebih dari Rp1 triliun itu kan asing. Kan masih terkena dampak pelemahan rupiah,” kata dia.

Berdasarkan catatan Pasardana.id, terdapat 22 calon emiten yang telah mengajukan ijin efektif kepada OJK dan dua perusahaan tengah menyelesaikan prospektus. 

Rinciannya, PT Kota Satu Properti Tbk, PT Cottonindo Ariesta Tbk, PT Natura City Development Tbk, PT Superkrane Mitra Utama Tbk, PT Net  Visi Media Tbk, PT Satria Antaran Prima Tbk, PT Garuda Food  Putra Putri Jaya Tbk, PT Propertindo Mulia Investama Tbk, PT Super Energy Tbk, PT Shield On Services Tbk, PT Satria Mega Kencana Tbk, PT Yeloo Integraa  Datanet Tbk, PT Kagum Jaya  Utama Tbk, PT HK Metals Utama Tbk, PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk, PT Oto Trans Indo Tbk, PT Jaya Bersama Indo Tbk, PT Dewata Freighinternational Tbk, PT Pool Advista Finance Tbk dan PT Sentra Mitra Informatika Tbk.

Sedangkan dua perusahaan yang tengah mempersiapkan prospektus adalah PT Nusantara Properti Indonesia dan PT Primafood International.