Lunasi Utang, Super Energy Lepas 35,03% Saham

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – PT Super Energy Tbk berencana melepas 35% dari total modal disetor dan ditempatkan melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) dan pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Bond (MCB).

Presiden Direktur PT Super Energy Tbk, Agustus Sani Nugroho merinci, perseroan menawarkan 240 juta lembar saham atau 16,03% dari modal ditempatkan dan disetor penuh melalui IPO.

“Pada saat yang sama kami juga mengkonversi MCB senilai Rp46,124 miliar menjadi 297,576 juta lembar saham atau 19% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh,” kata Agustus di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Dijelaskannya, harga penawaran akan berada pada kisaran Rp150 - Rp160. Sehingga perusahaan pengolah gas suar ini akan meraup dana sebesar Rp36 miliar hingga Rp38,4 miliar.

“Dana segar itu akan digunakan untuk melunasi utang kepada suplier dan rekanan kerja lain, sehingga dapat dikatakan sebagai modal kerja,” ujar dia.

Untuk memuluskan rencana tersebut, perseroan telah menunjuk PT Jasa Utama Capital Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek.

Lebih jauh, Agutus berharap pelaksanaan pencatatan saham pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 5 Oktober 2018, setelah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada tanggal 26 September 2018. Sementara masa penawaran pada tanggal 28 September hingga 1 Oktober 2018 dan masa penjatahan pada tanggal 3 Oktober 2018.

Di kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Jasa Utama Capital, Deddy Suganda Widjaja mengatakan, calon emiten ini menarik karena menjadi satu –satu perusahan pengolah gas suar yang akan melantai di bursa.

“Apalagi Price Earning (PE) tahun 2019 berada pada kisaran 8X hingga 11 kali,” kata dia.

Perkiraan itu, jelas dia, berdasarkan target pendapatan tahun 2019 sebesar Rp350,5 miliar dan laba bersih Rp33,7 miliar. Sementara pada akhir tahun 2018, Super Energy berharap membukukan pendapatan Rp300 miliar dan laba bersih Rp2,35%.