ANALIS MARKET (11/7/2018) : IHSG Diperkirakan Rawan Koreksi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas Indonesia menyebutkan, melanjutkan perdagangan hari ini, penguatan lanjutan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan dibayangi aksi ambil untung, mengingat resiko eksternal yang masih tinggi terkait isu perang tarif antara China dan AS.

Riset juga menyebutkan, sentimen rilis laba 2Q18 diperkirakan akan dibayangi dengan kondisi makro yang kurang menguntungkan saat ini.

Sementara Wall Street, tadi malam (10/7), berhasil melanjutkan penguatan untuk empat hari perdagangan berturut-turut. Namun penguatan di akhir sesi berkurang. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,58% dan 0,35% di 24919,66 dan 2793,84. Indeks Nasdaq menguat 0,04% di 7759,20.

Penguatan berkurang di akhir sesi setelah Trum kembali mengutarakan keinginannya untuk membuat daftar tambahan barang-barang China yang akan dikenakan kenaikan tarif impor dengan nilai USD200 miliar.

Pernyataan Trump ini kembali memicu sentimen negatif atas perang tarif antara dua negara tersebut.

Sedangkan harga komoditas tadi malam umumnya bergerak positif. Harga minyak mentah dunia naik 0,35% di USD74,11/barel. Harga nikel di LME naik 0,75% di US14172/MT.

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi di kisaran support 5830 hingga 5920 rawan koreksi,” sebut analis FAC Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Rabu (11/7/2018).