SMDR Incar Pendapatan USD447,6 Juta
Pasardana.id - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) pada tahun 2018 menargetkan pendapatan senilai USD447,6 juta atau naik 3,9% dibanding tahun 2017 sebesar USD430,75 juta. Sedangkan laba bersih akan meningkat 6% - 7% dari tahun 2017 yang senilai USD9,68 juta.
Direktur Indenpenden SMDR, Ridwan Hamid menyampaikan, target pertumbuhan kinerja itu akan ditopang setelah beroperasinya tiga terminal di pelabuhan Tanjung Priok dan satu Terminal di Palaran, Samarinda. Rencananya, lini usaha jasa terminal itu telah memberikan pendapatan pada tahun 2017.
“Seharusnya Desember kemarin sudah beroperasi tapi karena peralihan ijin makanya tertunda ambil alih dan ekspansi, tapi saat ini belum selesai,” jelas Ridwan di Jakarta, Kamis (28/6/2018).
Ia menjelaskan, lini usaha terminal dan logistik tergolong penyumbang laba (profitabilitas) terbesar atau masing masing 27%. Sedangkan sisanya datang dari lini usaha pelayaran dan agencies.
“Kalau lini usaha property masih dalam rintisan,” jelas dia.
Untuk menopang target itu, Direktur Utama SMDR, Masli Mulia mengatakan, perseroan menganggarkan dana investasi 2018 di empat lini usaha sebesar USD200 juta. Dengan rincian, porsi terbesar di lini Samudera Shipping sebesar 50%.
"Misalnya kami telah mendatangkan dua unit kapal senilai USD17 juta dan akan kembali mendatangkan 6 unit kapal," kata Masli.
Selebihnya, lini usaha terminal dialokasikan sebesar 30% atau senilai USD60 juta untuk pengembangan terminal yang telah beroperasi dan invetasi di pelabuhan atau terminal baru. Sedangkan lini usaha logistic sebesar USD30 juta atau 15%.
“Dana tersebut telah kami gunakan untuk akuisisi PT Adib Cold Logistics dengan nilai USD8 Juta,” jelas dia.
Sementara lini usaha logistic, perseroan menganggarkan USD13 juta untuk depo peti kemas untuk ekspansi kapasitas di Indonesia dan Asia Tenggara.
Lebih lanjut dia menambahkan, lini usaha Samudera Logistics melakukan ekspansi bisnis pergudangan di Indonesia dan Malaysia serta penambahan armada truk dan alat berat.
"Untuk Samudera Property akan menggunakan anggaran investasi hanya US$10 juta," kata Masli.

