Ingin Keuangan Inklusif, Modalku Gandeng Pefindo Biro Kredit

foto: istimewa

Pasardana.id - Modalku, pionir FinTech peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia, dan PEFINDO Biro Kredit (PBK), sebagai lembaga pengelola informasi kredit, mengumumkan kerja sama dengan tujuan membangun infrastruktur P2P lending yang lebih efisien dan data-driven agar akses jasa keuangan bagi masyarakat semakin luas dan berkualitas.

Kerja sama ini memberikan Modalku akses terhadap laporan perkreditan PEFINDO Biro Kredit, yang berisi riwayat kredit, score dan latar belakang calon peminjam.

Informasi dari PEFINDO Biro Kredit akan melengkapi data Modalku, sehingga kualitas analisis kredit meningkat dan semakin akurat.

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi mengatakan, bahwa kerja sama Modalku sebagai penyelenggara Fintech Lending dengan Pefindo Biro Kredit sebagai penyelenggara asesmen risiko kredit bagi individu atau lembaga, merupakan model kolaborasi yang terus didorong agar dalam jangka pendek dapat segera menciptakan ekosistem industri FinTech yang sehat, dan dalam jangka menengah mampu memberi dukungan yang maksimal bagi terbentuknya ekosistem ekonomi digital, dimana di dalamnya terdapat industri E-Commerce yang akan menjadi salah satu kekuatan perekonomian Indonesia di masa mendatang.

Kerja sama ini juga merupakan momentum untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Pefindo Biro Kredit memiliki pengalaman yang sangat kuat dalam menganalisis profil risiko kredit berdasarkan kinerja keuangan masa lalu.

Sementara Modalku dengan teknologi informasi dan alogaritma terkini, memiliki keunggulan dalam menganalisis profil risiko berdasarkan informasi publik yang tersedia diberbagai sistem pembayaran, provider telekomunikasi, media sosial dan toko online.

“Melalui kerja sama ini, akan terjadi mekanisme pertukaran data secara cepat, dan akan semakin meningkatkan kualitas analisis risiko kredit dari kedua belah pihak. Kami mendorong agar seluruh penyelenggara fintech lending dapat dengan segera mengikuti model kerjasama ini," jelas Hendrikus di Jakarta, Rabu (27/12/2017).

Chief Risk Officer Modalku Stefanus Warsito menambahkan, kebutuhan pinjaman segmen UMKM di Indonesia sangat tinggi.

Saat ini industri perbankan sudah menyalurkan pinjaman kepada mereka dan kehadiran P2P lending akan menyediakan solusi pinjaman alternatif yang dapat membantu perkembangan bisnis UMKM.

“Dengan begitu, P2P lending menjadi komplemen bank dalam mendukung inklusi keuangan dan ekonomi Indonesia," tuturnya.

Mengenai kerja sama Modalku dengan Pefindo, Warsito menambahkan, Modalku ingin menyediakan yang terbaik bagi kedua pihak user Modalku, baik peminjam maupun pemberi pinjaman. Selama ini, Modalku menggunakan teknologi terkini dan data alternatif dalam analisis kredit, tetapi kami selalu ingin lebih baik lagi.

Kemitraan dengan Pefindo meningkatkan kualitas infrastruktur P2P lending, karena akan lebih mudah bagi kami untuk menemukan UMKM yang berkualitas dan pantas mendapatkan pinjaman.

“Kerja sama ini juga meningkatkan keamanan bagi pemberi pinjaman. Ditambah pula, Modalku dan Pefindo sedang menjalankan suatu pilot project yang didukung OJK," terangnya.

Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit, Yohanes Arts Abimanyu menambahkan, Visi PEFINDO Biro Kredit adalah mendorong perluasan akses pembiayaan inklusif bagi berbagai jenis usaha, termasuk UMKM Indonesia.

Akses pinjaman yang lebih luas akan mewujudkan pertumbuhan dan ekspansi bisnis UMKM ke depannya. Kesamaan visi PEFINDO Biro Kredit dan Modalku dalam mewujudkan inklusi keuangan dan mendukung pengembangan sektor UMKM membuat kami semakin yakin dengan masa depan kerja sama ini.

“Melalui kerja sama ini, kami harap layanan data perkreditan PEFINDO Biro Kredit yang akurat dan bernilai tambah dapat mendukung kemajuan ekosistem keuangan Indonesia. Dengan adanya layanan PEFINDO Biro Kredit, diharapkan dapat mendorong UMKM yang sebelumnya unbankable menjadi bankable," kata Yohanes.