Amartha Klaim Salurkan Pembiayaan Rp100 Miliar ke Pelaku UMKM

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Amartha, perusahaan penyedia jasa layanan peer-to-peer lending P2P (pinjam meminjam berbasis teknologi) mengklaim telah menyalurkan pinjaman hingga Rp100 miliar kepada 38 ribu nasabah yang merupakan pelaku UMKM di seluruh pelosok Pulau Jawa.

“Usaha mikro dan kecil merupakan salah satu kunci penggerak ekonomi, tapi sulit bagi mereka untuk dapat pembiayaan dari bank. Maka dari itu, kita bantu," ujar CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra di Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Ditambahkan, pihaknya menyediakan pinjaman minimal Rp 3 juta sampai maksimal Rp 10 juta. Diharapkan dana tersebut bisa memberdayakan masyarakat sekaligus membantu program inklusi pemerintah. 

Andi juga mengatakan, selama ini, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) 0%. Lantaran skema pembiayaan untuk kredit yang digelontorkan Amartha berskema tanggung renteng.

“Di mana, kredit tersebut mengalir ke kelompok peminjam. Dalam sebuah kelompok terdiri dari 15-25 orang yang tinggal di tempat berdekatan. Bila ada nasabah atau mitra yang tidak bisa membayar cicilan, maka ditanggung renteng oleh kelompok," terangnya.

Adapun dari 38 ribu nasabah itu, menurut Andi, hampir sebagian besar pinjaman digunakan untuk mengembangkan bisnis mereka masing-masing, seperti untuk modal jual sayuran, warteg, jual alat perabotan rumah tangga, hingga untuk sektor pertanian seperti bibit dan pupuk.

Saat ini, Amartha telah menjangkau lebih dari 350 desa di Pulau Jawa. Andi menargetkan, bisa mencapai 500 desa sampai akhir tahun.

Asal tahu saja, Amartha telah resmi terdaftar di Direktorat Kelembagaan dan Produk IKNB (Industri Keuangan non Bank) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor regristrasi S-2491/NB.111/2017 sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.