Soal Holding Tambang, Kementerian Klaim Rajin Komunikasi ke Komisi VI DPR

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera menuntaskan rencana pembentukan holding BUMN tambang. Sesuai rencana, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) akan menjadi induk perusahaan PT Aneka Tambang, PT Bukit Asam Tbk dan PT Timah Tbk.

Bahkan, Kementerian BUMN mengklaim terus menjalin komunikasi dengan Komisi VI DPR sejak 2015.

"Proses holding ini sudah lama. Dimulai dengan penyerahan roadmap pengembangan BUMN oleh Menteri BUMN Rini Soemarno ke Komisi VI DPR pada akhir 2015," ujar Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno di Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Harry juga menjelaskan, bahwa proses komunikasi dengan komisi VI DPR sudah cukup intensif, baik melalui rapat dengar pendapat, rapat kerja, maupun beberapa kali melalui focus group discusion (FGD).

Adapun setelah terbit PP No 47 Tahun 2017 akan diikuti proses administrasi termasuk akta inbreng kemudian persetujuan holding BUMN tambang akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Antam, Bukit Asam, dan Timah. RUPSLB tersebut akan digelar bersamaan pada 29 November 2017 mendatang.

Harry menambahkan, pembentukan holding BUMN tambang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan pendanaan, pengelolaan sumber daya alam mineral dan batubara, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi dan meningkatkan kandungan lokal, serta efisiensi biaya dari sinergi yang dilakukan.