URBN Incar Pendapatan Rp120 Miliar di 2019

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) pada tahun 2019 menargetkan raihan pendapatan sebesar Rp120 miliar.  Target tersebut jauh dari target tahun 2018, karena pada tahun 2019, empat proyek properti di kawasan tranportasi massal telah mulai dipasarkan.

Hal itu disampaikan Direktur URBN, Tri Rachman Batara di gedung Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Senin (10/12/2018).

“Dengan mulai dipasarkan empat proyek kami di Ciracas, Caman, Cikunir, dan Jati Cempaka, maka pendapatan kami tahun 2019 diharapkan mencapai Rp120 miliar,” kata dia.

Untuk diketahui, pengembang hunian yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD) tersebut, hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan “URBN”.

Jumlah saham yang dilepas oleh Urban Jakarta adalah 360.000.000 (tiga ratus enam puluh juta) lembar saham atau sebanyak 11,24% dengan harga Rp1.200,- per saham melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham yang dilaksanakan pada 3 Oktober 2018.

Melalui IPO ini, Urban Jakarta berhasil memperoleh dana sebesar Rp 430 miliar dan bersamaan aksi ini, Perseroan juga menerbitkan sebanyak 504 juta Waran Seri I yang menyertai Saham Baru Perseroan atau sebanyak 19,68% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini disampaikan.

Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang Saham Baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan.

Seluruh dana yang diperoleh Perseroan dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham akan dipergunakan sekitar 51% untuk akuisisi lahan di wilayah Jabodetabek, sekitar 31% akan digunakan Perseroan untuk belanja modal dan pengembangan, dan sekitar 18% akan digunakan Perseroan untuk modal kerja Perseroan.

Asal tahu saja, aset lancar Perseroan pada Semester I 2018 mengalami kenaikan sebesar Rp17,3 Miliar, atau sebesar 1,69% dibandingkan dengan semester sebelumnya.

Hal ini terutama disebabkan karena adanya peningkatan pada aset real estate sebesar Rp162,31 Miliar, atau sebesar 43,09%, sejalan dengan terlaksananya pembangunan proyek-proyek yang dimiliki oleh Perseroan.

Adapun pendapatan Urban Jakarta pada Semester I 2018 sebesar Rp52,4 Miliar, meningkat sebesar 44,00% dibanding pendapatan tahun 2017. Peningkatan ini terjadi karena Perseroan telah menjual apartemen Lot 1 di proyek Gateway Park di Semester I 2018, dimana pada tahun 2017 Perseroan baru menjual Ruko di proyek Gateway Park.

Marjin laba bersih Perseroan pada Semester I 2018 sebesar 33,72%, meningkat dibandingkan semester sebelumnya, yaitu 28,36%. Hal ini dikarenakan terjadi peningkatan laba bersih Perseroan yang bersumber dari kenaikan pendapatan Perseroan.

Saat ini, Urban Jakarta tengah membangun empat proyek berkonsep TOD yang berada pada lintasan jaringan LRT Jabodetabek. Total nilai keempat proyek tersebut, adalah sekitar Rp10,2 triliun selama kurang lebih lima tahun dan dua di antaranya merupakan Kerjasama Operasi (KSO) dengan PT Adhi Commuter Properti yaitu Gateway Park (Rp 3,7 triliun) dan Urban Signature (Rp 3,77 triliun).

Sementara dua proyek lainnya, yaitu Urban Sky (Rp 1,41 triliun) dan Urban Suites (Rp 1,58 triliun) dikembangkan sendiri oleh Urban Jakarta.