Nilai Transaksi Harian Turun, Mantan Bos BEI Minta Bursa Harus Efisien

foto : istimewa

Pasardana.id - Nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam tiga bulan belakangan ini mengalami tren penurunan. Agar fenomena tersebut tak berlanjut, PT Bursa Efek Indonesia selaku operator bursa diminta bekerja efektif sehingga tercipta bursa yang efisien.

Hal itu disampaikan mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia periode 2015 - 2018, Tito Sulistio di Jakarta, Senin (05/11/2018).

“Kita tidak takut PT Bursa Efek Indonesia merugi, tapi kalau bursa efek rugi artinya gara-gara nilai transaksi turun kan. Sehingga member-nya (Anggota Bursa) susah. Jadi yang harus dipikirkan itu member-nya,” pinta Tito.

Agar hal tersebut tidak berlanjut, jelas Tito, maka PT Bursa Efek Indonesia sebagai perusahaan, harus efektif dan industri pasar modal harus efisien.

“Jangan terbalik, makanya PT BEI harus lebih banyak invest untuk pengembangan pasar. Jangan disimpen duitnya. Prinsipnya, tingkatkan efisiensi di bursa dan tingkatkan efektifitas di PT BEI,” kata dia.

Lebih lanjut ia memberi contoh, efektifitas PT BEI dengan melakukan pengembangan anggota bursa (AB) dan semua informasi harus diterima oleh pelaku pasar.

“Informasi harus secepat mungkin sampai di pasar, transaksi harus secepat mungkin dan biaya transaksi harus murah. Kalaupun berdampak pada pendapatan PT BEI tak masalah, karena jangka panjang (transaksi) akan meningkat,” jelas Tito.

Berdasarkan data bulanan PT Bursa Efek Indonesia, nilai transaksi rata-rata bulan Mei 2018 tercatat sebesar Rp9,12 triliun, Juni sebesar Rp9,38 triliun, Juli sebesar Rp7,175 triliun, Agustus sebesar Rp8,76 triliun dan September sebesar Rp7,05 triliun.