Incar Rp120 Miliar Lewat IPO, Pool Finance Berencana Beli Gedung

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – PT Pool Advista Finance Tbk tengah menawarkan 800 juta lembar saham atau setara 23,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Dengan harga penawaran Rp125 hingga Rp150, maka calon emiten pembiayaan tersebut berpotensi meraup dana sebesar Rp100 miliar hingga Rp120 miliar.

Direktur Utama PT Pool Advista Finance Tbk, Asa Mirzaqi mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk investasi pengembangan infrastruktur perseroan sebesar 50% dan sisanya untuk modal kerja seperti untuk penyaluran pembiayaan.

“Contoh pengembangan infrastruktur itu adalah pembukaan dua kantor cabang sebesar Rp3 miliar dan 2 miliar untuk pengembangan teknologi informasi,” kata Asa usai melakukan uji tuntas IPO di Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Masih dalam rangka pengembangan infrastruktur, jelas dia, perseroan berencana akan membeli aset tetap berupa bangunan dan tanah senilai Rp45 miliar.  Selanjutnya, aset tersebut akan dapat menjadi jaminan perbankan dalam pengajuan kredit sebagai modal kerja.

“Tadinya gedung itu kami sewa, setelah IPO gedung tersebut akan kami beli. Sehingga dapat menghemat biaya sewa dan dalam 10 tahun akan menemukan titik keekonomiannya,” jelas dia.

Pada saat bersamaan, perseroan akan menerbitkan waran senilai 800 juta. Sehingga setiap pemegang saham IPO perseroan dapat satu saham waran. Adapun efek pemanis itu dapat dikonversi menjadi saham dalam waktu lima tahun mendatang.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Pool Advista Finance Tbk, Raden Ari Priyadi menyampaikan, pada akhir kuartal III 2018, perseroan mencatatkan aset sebesar Rp321 miliar dari penyaluran pembiayaan. Sedangkan hingga akhir tahun 2018, diharapkan membukukan aset Rp508 miliar.

“Tahun depan kami harap membukukan aset Rp700 miliar, dimana 80 persennya merupakan piutang pembiayaan. Dari total nilai tersebut, 80% diantaranya disalurkan pada modal kerja dan investasi, sedangkan 20% pada multiguna serta pembiayaan syariah,” jelas dia.

Sementara itu, menurut Direktur PT Artha Sekuritas Indonesia, Suparno Sulina selaku pelaksana penjamin emisi, bahwa rasio pendapatan berbanding saham tahun 2019 adalah 1-1,1 X.

“Ini cukup menarik, sebab industri pembiayaan mencatat PBV 1,3X-1,5X,” kata dia.