Kelak, Koperasi Dapat Fasilitasi Penawaran Saham Perdana

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mematangkan rencana beleid mengenai penawaran saham berbasis teknologi informasi atau Equity Crowdfunding.

Menariknya, regulator pasar modal tersebut, rencananya akan memberi kesempatan kepada beberapa bentuk badan hukum seperti perusahaan terbatas dan Koperasi untuk menjadi penyedia wahana perdagangan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Pengaturan Pasar Modal, Luthfy Zain Fuady di Bogor, Sabtu (20/10/2018).

“Perusahaan Terbuka (PT), Koperasi dan LJK (Lembaga Jasa Keuangan) seperti Perusahaan Efek, dapat menyelenggarakan wahana penawaran saham berbasis teknologi informasi,” kata dia.

Hanya saja, jelas dia, Koperasi atau Perusahaan Terbuka tersebut harus mengantungi ijin dari OJK dengan disertai bukti modal minimal Rp2,5 miliar.

“Modal tersebut dianggap cukup untuk membangun wahana penawaran saham berbasis digital, dan hal itu sama dengan persyaratan bagi perusahaan layanan keuangan berbasis teknologi informasi lainnya,” kata dia.

Disamping itu, lanjut dia, syarat yang lain adalah memiliki sumber daya manusia yang memiliki keahlian analis keuangan.

“OJK memberi wewenang kepada perusahaan penyedia wahana tersebut untuk melakukan review layak tidaknya terhadap prospektus yang disampaikan calon penerbit saham, sebelum ditawarkan kepada investor khusus atau (qualified investor buyer),” jelas dia.

Untuk diketahui, perusahaan wahana penawaran saham berbasis digital tersebut dirancang untuk menawarkan saham dari perusahaan yang  asetnya dibawah Rp10 miliar dan maksimal menggalang dana sebesar Rp10 miliar.