Indonesia Belum Berkontribusi Besar Bagi Sun Life

foto : istimewa

Pasardana.id - Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) belum memberikan kontribusi besar bagi total pendapatan perusahaan di Asia. Hal itu berbeda dengan Sun Life di negara-negara lain seperti Hongkong, Filipina, dan India.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Saya yakin ke depan Indonesia akan menjadi kontributor utama Sun Life di Asia,ââÅ¡¬ kata Kevin D Strain, Presiden Sun Life Finansial Asia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sayangnya, apa yang perlu dilakukan Sun Life Finacial Indonesia untuk mencapai target tersebut, tidak disebutkan secara jelas. Namun, Kevin menilai, dengan jumlah populasi yang besar di Indonesia menjadi peluang bisnis Sun Life untuk tumbuh.

Sementara itu, Elin Waty, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) mengemukakan bisnis asuransi akan dikonsentrasikan ke kota-kota kedua di Indonesia terutama Kalimantan dan Sulawesi. Menurutnya, kota-kota kedua di Indonesia telah mencapai pertumbuhan ekonomi.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Kota-kota lapis kedua banyak yang menjadi penunjang ekonomi,ââÅ¡¬ ujarnya.

Dengan begitu, Sun Life Financial Indonesia memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan bisnis asuransi. Selama ini, bisnis asuransi belum tumbuh besar akibat produk asuransi belum dikenal secara penuh.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Masyarakat bukan tidak punya uang,ââÅ¡¬ ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Sun Life Financial Indonesia masuk kota lapis kedua diklaim sebagai bagian dari dukungannya kepada pemerintah dalam edukasi literasi yang dijalankan pemerintah. Selama ini program ini belum menyentuh semua masyarakat.

Bisnis syariah, ujar Elin, juga akan digenjot Sun Life Financial Indonesia. Hal ini akan dikontribusikan melalui keagenan.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Saat ini kontribusi bisnis syariah terhadap keagenan sebesar 24%,ââÅ¡¬ jelasnya.

Sun Life Financial Indonesia mengklaim sebanyak US$15 juta diinvestasikan bagi pertumbuhan keagenan. Kebijakan itu diharapkan mendukung pertumbuhan bisnis dari keagenan.