BCA Syariah Incar Pembiayaan Tumbuh 18%

foto : istimewa

Pasardana.id  - Bank Central Asia Syariah (BCA Syariah) mengincar pembiayaan tumbuh sebesar 18% pada 2017 menjadi Rp 4,3 triliun. Angka ini diatas pertumbuhan industri perbankan yang mencapai 12%.

"Hingga akhir tahun ini kami optimistis bisa mencapai pembiayaan hingga Rp 3,7 triliun," kata John Kosasih, Presiden Direktur PT BCA Syariah di Jakarta, belum lama ini.

BCA Syariah memperoleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 25% pada kuartal III 2016. Angka pembiayaan ini secara pasti tidak disebutkan secara rinci.

Begitupula perolehan dana pihak ketiga (DPK) yang hanya disebutkan pertumbuhannya sebesar 27%. Adapun untuk non performing financing (NPF) hanya dialami sebesar 0,4% dan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 30%.

Sementara itu, total aset industri keuangan syariah sebesar Rp 331,7 triliun per September 2016. Angka ini naik 17,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada sisi lain, perbankan syariah diwajibkan menyediakan asuransi syariah. Kondisi ini mendorong kerjasama dilakukan BCA Syariah dengan Prudential Life Assurance yang memiliki asuransi jenis tersebut.

Asuransi ini ditujukan bagi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dengan nama PRU aman syariah (PAS). Dari produk ini nasabah pembiayaan mikro BCA Syariah akan dilindungi atas kegagalan pengembalian pembiayaan akibat kematian.

Kerjasama pemasaran bancassurance ini diteken John Kosasih sebagai Presiden Direktur BCA Syariah, dan Jens Reisch selaku Presiden Direktur Prudential Indonesia, di Jakarta, Senin (28/11/2016).