Sun Life Penuhi 'Single Presence'

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Sun Life Indonesia mengakuisisi 51% saham CIMB Niaga guna memenuhi aturan single presence yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Akuisisi saham ini dapat memperluas bisnisnya di Indonesia.

"Integrasi ini untuk memperkuat posisi Sun Life di industri asuransi di Indonesia," kata Kevin D. Strain, Presiden Sun Life Financial Asia di Jakarta, baru-baru ini.

Aturan single presence mewajibkan semua perusahaan asuransi sejenis yang menjadi sister company dalam satu grup konglomerasi berintegrasi paling lambat 2017.

Integrasi ini diawali Sun Life dengan CIMB Sun Life pada 23 Maret 2016 lalu, yang diakhiri pada akhir Juni 2016.

Lisensi perusahaan asuransi jiwa CIMB Sun Life akan dikembalikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selanjutnya, ini diaudit OJK guna memastikan hak dan kepentingan para nasabah sudah terpenuhi.

Pengembalian izin CIMB Sun Life dibarengi dengan penunjukkan Vivien Kusumowardhani sebagai presiden komisaris PT Sun Life Financial Indonesia.

Untuk jajaran direksi akan dilakukan setelah mendapatkan izin dari OJK.

"Lima orang direksi dari WNI (Warga Negara Indonesia) dengan satu ekspart," jelas Elin Waty, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia

Sayangnya, nilai akusisi ini tidak disebutkan Sun Life secara pasti. Namun, ini bagian dari investasi sebesar US$40 juta di Indonesia.

Investasi ini juga dilakukan untuk pengembangan agensi, dan pembangunan Menara Sun Life.

Investasi ini juga digunakan untuk kerjasama perusahaan dengan sejumlah mitra bisnis tanpa disebutkan secara jelas.

Asal tahu saja, Sun Life meraih pendapatan sebesar Rp96,93 miliar pada 2015. Angka ini naik dibandingkan 2014 yang mengalami rugi sebesar Rp137,23 miliar.

Naik 8 Peringkat

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan, nilai premi yang diperoleh Sun Life Financial Indonesia berada di peringkat 25 dari 50 perusahaan asuransi jiwa di Indonesia pada kuartal I 2016.

Peringkat ini berubah menjadi 17 setelah Sun Life mengakuisisi sebesar 50% saham CIMB Sun Life. Sebab, total pendapatan premi setelah integrasi ini naik menjadi Rp1,04 triliun dan aset perusahaan meningkat ke Rp9,14 triliun.

"Integrasi ini meningkatkan pangsa pasar premi Sun Life menjadi 1,5% dari 0,8%," ucapnya.

Sun Life memiliki 104 kantor pemasaran konvensional dan 55 kantor pemasaran syariah di 70 kota di Indonesia. Produk-produk perusahaan ini disalurkan melalui bank-bank antara lain; Bank Negara Indonesia, Bank Central Asia (BCA), CIMB Niaga, Bank Commenwealth, Bank OCBC NISP, dan Bank Nobu.

"Jumlah sales force kami pun menjadi semakin banyak dari kini lebih dari 10.200 tenaga pemasar," ujarnya.

Kenaikan juga terjadi dilihat dari kedudukannya sebagai perusahaan jiwa patungan menjadi 12 dari 16.

Pengembangan bisnis akan fokus dilakukan Sun Life di Indonesia. Potensi bisnis dilihat dari 250 juta populasi di Indonesia dengan petumbuhan kelas menengah dan penetrasi asuransi masih rendah.

"Ada kebutuhan akan produk-produk asuransi dan solusi keuangan bagi kelas menengah dalam mempersiapkan masa depan," jelas Kevin.