Nasdaq Cetak Rekor Meski Data Ekonomi AS Terbaru Lemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Selasa (6/9/2016) dengan indeks komposit Nasdaq mencatatkan rekor level penutupan tertinggi meski data ekonomi Amerika Serikat yang terbaru lemah.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 46,16 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 18.538,12. Indeks S&P 500 naik 6,50 poin, atau sekitar 0,30 persen, menjadi 2.186,48. Indeks komposit Nasdaq menguat 26,01 poin, atau sekitar 0,50 persen, menjadi level rekor 5.275,91.

Data ekonomi AS terbaru, yaitu indeks non manufaktur Institute for Supply Management (ISM), yang mengukur aktivitas sektor jasa di Negeri Paman Sam mencatatakan angka 51,4 pada Agustus. Angka tersebut lebih rendah 4,1 poin dari Juli dan juga lebih rendah dari konsensus pasar 55,0.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Data terbaru dari ISM menunjukkan bahwa data tersebut tidak bisa lagi menjadi pedoman, tidak lagi seperti dahulu. Jika data tersebut dapat dipercaya, maka perekonomian AS seharusnya berada dalam kondisi terburuk saat ini,ââÅ¡¬ kata Chris Low, kepala ekonom FTN Financial, seperti dikutip Xinhua.

Akhir pekan lalu Departemen Tenaga Kerja AS merilis data yang menunjukkan bahwa 151.000 pekerjaan tercipta pada bulan Agustus. Jumlah tersebut lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom sebesar 180.000 dan melemahkan argumen akan peningkatan tingkat suku bunga bank sentral AS saat pertemuan Federal Reserve berlangsung pada 20-21 September mendatang.