See More

10 Oktober 2026, 09:00

10 Oktober 2026, 08:39

10 Oktober 2026, 08:09

10 Oktober 2026, 07:56

09 Oktober 2026, 20:41
09 Oktober 2026, 19:53
IHSG|deflasi April
Oleh: Aziz

Pasardana.id - Pada penutupan perdagangan sore ini Indeks harga saham harga gabunga ( IHSG ) rontok 30 point ke level 4808 atau turun 0,6 % ketimbang penutupan sehari lalu. Sementara pembukaan pagi tadi di buka melemah 0,2 % atu turun 9 point ke level 4828.
Dari pantauan Pasardana.id, pada perdagangan Senin (2/5/2016) sepuluh saham yang mengalami penurunan terdalam yakni BWPT turun 22 point atau - 7,75 % ke level 262, MNCN turun 150 point atau -6,3 % ke level 2200, GJTL turun 45 point atau -5,66 % ke level 750, LCGP turun 25 point atau -5,65% ke level 434, GIAA turun 25 point atau -5,64 % ke level 418, BSDE turun 90 point atau -4,86% ke level 1760, ELSA turun 23 point atau -4,67% ke level 470, SMRA turun 70 point atau -4,47% ke level 1495, SSIA turun 30 poin atau -4,35% ke level 660 dan PGAS turun 110 point atau -4,2% ke level 2510.
Iksan Binarto, Analis Pasar Modal menilai, IHSG masih tertekan sentiment bursa di negara lain. Pelemahan bursa Asia dipicu oleh penguatan mata uang Jepang. Yen sempat menyentuh level 106 per dolar Amerika Serikat, ujar dia kepada Pasardana.id di Jakarta, Senin (2/5/2016).
Ia melanjutkan, fenomena itu sempat menjerembabkan IHSG turun - 1,4 %. Namum efek penguatan Yen itu sedikit berkurang dengan data ekonomi yang di rilis BPS ( Badan Pusat Statistik), dimana Indek Harga Konsumen (IHK ) bulan April mengalami deflasi 0,45 ( mtm) dan 3,6% ( yoy ) atau lebih baik dari perkiraan. Faktor ini turut berkontribusi terhadap IHSG yang ditutup turun 0,63%, tandas dia.