NPI Defisit, IHSG Merosot Pada Level 4761

foto : istimewa

Pasardana.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan akhir pekan ini turun 41 point atau -0,87% ke level 4761,61. Salah satu penyebab rontoknya IHSG, karena rilis Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I/2016 secara keseluruhan mengalami defisit US$287 juta.

Menurut Analis Optima Securities, Iksan Binarto, rilis diatas menjadi salah satu penyebab IHSG turun. Dan akan makin berat untuk terus naik pada kuartal II/2016.

"Karena katalis yang datang negatif terus akhir-akhir ini," ujar dia kepada pasardana.id, Jakarta, Jumat (13/5/2016).

Ia melanjutkan, pelaku pasar masih menunggu sentiment positif agar indeks minimal bertahan di area 4800 untuk meyakinkan kalangan investor bahwa IHSG telah berbalik arah. Namun, nyatanya setiap IHSG di area 4800 kembali ditutup melemah di area 4700.

"Hal itu menandakan bahwa pelaku pasar masih belum yakin terhadap indeks di pekan ini," ujar dia.

Pada perdagang hari terakhir pekan ini, terjadi transaksi Rp 5,735 triliun dengan volume saham 44 miliar lot dan 226.890 kali transaksi. Investor asing mencatatkan beli bersih Rp 2,4 Triliun dengan 7,4 miliar lot dan jual bersih Rp 2,7 triliun dengan volume saham 8 miliar lot.

Sehingga asing mencatatkan jual bersih Rp 341 miliar dengan volume saham 567.136. 

Sementara indeks saham utama lain pun juga mengalami penurunan. NASDAQ turun 23,35 point atau -0,49% ke level 4737,34; NIKKEI turun 243,13 atau -1,41% ke level 16.421; HSI turun 196 atau -0,99%; dan BSESN turun 289 point atau -1,16%.