Aksi Jual Saham Merebak, IHSG Ditutup Turun di Bawah 4.500 Poin

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Aksi jual saham yang dilakukan oleh investor asing menyulut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 136,719 poin (2,967%) menjadi 4.472,021 poin pada, Kamis (29/10).

Mayoritas saham unggulan terpangkas dalam jumlah cukup signifikan. Semua indeks sektoral juga turun antara 1,033%-3,553%.

Tercatat, transaksi beli investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis (29/10) mencapai Rp1,874 triliun, sedangkan transaksi jual Rp2,873 triliun.

Dengan demikian, transaksi jual bersih pemodal asing hari Kamis ini mencapai Rp998,702 miliar, meningkat 157,69% dibanding Rp387,556 miliar pada perdagangan, Rabu (28/10).

Berdasarkan data BEI, terdapat 243 saham ditutup melemah dari 375 saham yang diperjualbelikan Kamis ini. Hanya 53 saham yang membukukan gain, sementara 79 lainnya tampak stagnan.

Adapun total volume saham yang berhasil diperdagangkan di BEI hari Kamis ini mencapai 5,178 miliar unit dengan nilai transaksi Rp5,919 triliun.

Pemicu utama anjloknya IHSG adalah kemerosotan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun yaitu HM Sampoerna (HMSP), Bank Central Asia (BBCA), Unilever Indonesia (UNVR), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Astra International (ASII), dan saham Bank Mandiri (BMRI).

Pada transaksi Kamis ini, tercatat harga saham HMSP turun Rp250 ke Rp91.750 per unit, BBCA turun sebesar Rp425 menjadi Rp13.150 per unit, UNVR terpangkas Rp1.000 jadi Rp37.200 per unit, BBRI merosot Rp350 menjadi Rp10.750 per unit, saham ASII turun Rp275 menjadi Rp5.800 per unit, dan BMRI turun Rp450 menjadi Rp9.000 per unit.