Pelonggaran Suku Bunga Acuan Belum Berdampak ke Industri Perbankan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Destry Damayanti menilai, penurunan suku bunga deposito dan kredit perbankan pasca pelonggaran suku bunga acuan Bank Indonesia, belum begitu signifikan berdampak di industry perbankan.

"Industri belum menunjukkan suatu penurunan, LPS rate juga agak susah untuk turun," kata Destry, baru-baru ini, di Jakarta.

Asal tahu saja, LPS saat ini mematok suku bunga penjaminan simpanan di level 7,25 persen untuk bank umum dan 9,75 untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Menurut data Bank Indonesia, hingga pekan ketiga April 2016, suku bunga deposito perbankan baru turun secara rata-rata 37 basis poin, sedangkan suku bunga kredit sebesar 13 basis poin.

Destry menilai, saat instrumen bunga acuan baru, 7-Day Reverse Repo Rate efektif diberlakukan pada 19 Agustus 2016, potensi penurunan suku bunga di perbankan akan lebih cepat. Hal itu karena bunga acuan BI akan sangat mencerminkan likuiditas di industri perbankan.

"Kalau 7-Day Reverse Repo Rate itu turun, berarti kondisinya sekarang lagi likuid, jadi ini lebih akan membuka peluang untuk bank-bank menurunkan suku bunganya," tandas dia.