Ritel Dominasi Pertumbuhan Asuransi 2017
Pasardana.id - Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) memperoleh pendapatan premi hampir Rp4 triliun sampai pertengahan November 2016. Kontribusi terbesar pencapaian ini berasal dari korporasi dilanjutkan ritel dan aviasi (penerbangan).
"Kontributor terbesar untuk sektor korporasi berasal dari properti," kata Syarifuddin, Direktur Teknik PT Asurasi Jasindo (Persero) di Jakarta, belum lama ini.
Pencapaian pendapatan premi hampir Rp4 triliun ini, merupakan separuh lebih dari target premi 2016 yang mencapai Rp5,6 triliun atau naik sebesar 16,67% dibandingkan realisasi 2015 dari Rp4,8 triliun.
Dari target ini, sektor korporasi diharapkan menyumbang Rp4 triliun dan ritel sebesar Rp1,6 triliun. Sampai akhir 2016 diperkirakan sumbangan terbesar dari properti.
Namun, pertumbuhan ritel lebih tinggi dibandingkan korporasi pada 2017. Angka ini diperkirakan untuk ritel sebesar 15%-20%, sedangkan korporasi di bawah sebesar 10%.
"Pengelolaan risiko yang ada di klien korporasi utamanya BUMN, makin lama makin membaik," ujarnya.
Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencapai kinerja positif pada tiga tahun terakhir. Hal ini berakibat penurunan belanja asuransi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, pembayaran klaim telah dilakukan sebesar Rp2,2 triliun sampai pertengahan bulan kesepuluh ini. Dari angka ini, sebesar 40% berasal dari pembayaran klaim untuk asuransi minyak dan gas (migas).
Jasindo telah membayar klaim atas kebocoran pipa transmisi South Sumatera-West Java (SSWJ) milik Perusahaan Gas Negara (PGN) sebesar US$46,21 juta. Hal ini akan dibayarkan secara bertahap.
Sebelumnya, klaim telah dibayarkan sebesar US$8,36 juta pada Juni 2015 didahului sebesar US$27,9 juta pada Mei 2016. Hal ini akan diakhiri dengan pembayaran sebesar US$9,5 juta pada September 2016.
Pembayaran klaim juga dilakukan Jasindo untuk pipa SSWJ senilai US$46,2 juta. Kemudian, ini juga dilakukan untuk asuransi kompersor Pagar Dewa senilai US$1,18 juta.

