Emisi Saham Perdana di BEI Turun 30,4% pada 2015

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Dwi Shara Soekarno, Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), mengungkapkan, emisi saham perdana turun 30,4% menjadi 16 emiten pada 2015 dari 23 emiten pada 2014.

Dwi mengemukakan dalam keterangan tertulis, Rabu (30/12), meski jumlah emisi saham mengalami penurunan, nilai emisi saham perdana di BEI naik 25,4% menjadi Rp11,31 triliun pada 2015 dari Rp9,02 triliun pada 2014.

Menurut Dwi, total dana yang dihimpun selama Januari 2015 - Desember 2015 mencapai Rp57,70 triliun. Ini terdiri dari dana emisi saham perdana Rp11,31 triliun, penawaran umum terbatas saham (PUTS) sebesar Rp45,57 triliun, dan Waran sebesar Rp824 miliar. Pencapaian ini lebih tinggi 31,2% dibandingkan total dana yang dihimpun BEI selama Januari 2014 - Desember 2014.

Adapun total dana yang dihimpun selama Januari 2014 - Desember 2014 sebesar Rp43,97 triliun. Ini terdiri dari dana emisi saham perdana sebesar Rp9,02 triliun, PUTS sebesar Rp33,49 triliun dan Waran sebesar Rp1,46 triliun.

Dwi menambahkan, 16 emiten baru yang mencatatkan saham di BEI pada 2015 adalah PT Bank Yudha Bakti Tbk (BBYB), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT PP Property Tbk (PPRO), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), PT Mega Manunggal Property Tbk MMLP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC), PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA), PT Bank Harda International Tbk (BBHI), PT Victoria Insurance Tbk (VINS), PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT), PT Dua Putra Makmur Tbk (DPUM), PT Ateliers Mecaniques Indonesie Tbk (AMIN), PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR), dan PT Kino Indonesia Tbk (KINO).