BEI Tandai 8,06% Emiten ‘Bermasalah’

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenakan notasi khusus pada 51 kode saham emiten hingga tanggal 11 Juni 2019. Dengan demikian, tercatat sebanyak 8,06% dari 632 emiten mengalami ‘masalah’ yang patut menjadi perhatian para investor.

Untuk diketahui, BEI akan mengenakan notasi terhadap kode saham emiten dengan tujuh kriteria.

Pertama, B untuk adanya penyataan pailit, M untuk adanya permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang, E untuk laporan keuangan terakhir menunjukan ekuitas negative, S untuk laporan keuangan terakhir tidak membukukan pendapatan usaha, A untuk adanya opini tidak wajar, D untuk opini tidak menyatakan pendapat dan L untuk perusahaan tercatat belum menyampaikan laporan keuangan.

Berdasarkan pantauan Pasardana.id, terdapat tiga emiten memiliki tiga notasi khusus. Dengan rincian, PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) dengan notasi E, S, dan L.

Berikutnya, PT Bakrie Telecom Tbk dengan notasi E, D, dan L dan PT Cakra Mineral Tbk (CKRA) dengan notasi S, D, dan L.

Sementara itu, emiten dengan dua notasi adalah PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) M dan L; PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEL ) E dan L; PT Jakarta Kyoei Steel Work Tbk (JKSW) E dan S; PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) E dan L; PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) E dan L; PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) E dan L; PT Golden Plantation Tbk (GOLL) M dan L; PT Mitra Investindo Tbk (MITI) S dan D; serta PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) E dan L.