mentan andi amran sulaiman|subsidi benih padi|lahan pertanian|kementan

Mentan Siapkan Subsidi Benih Padi Untuk 1 Juta Hektar Lahan di 2027

Oleh: Ronal

04 September 2026, 11:09
Mentan Siapkan Subsidi Benih Padi Untuk 1 Juta Hektar Lahan di 2027

Foto : istimewa

Pasardana.id – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan program subsidi benih padi untuk minimal 1 juta hektare lahan di seluruh Indonesia pada tahun 2027 mendatang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, program subsidi ini sebagai bentuk upaya untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan mendorong kesejahteraan petani.

Pemerintah memproyeksikan tambahan produksi gabah kering giling mencapai 5 juta ton jika subsidi benih diterapkan pada lahan seluas 1 juta hektare dengan asumsi peningkatan hasil 5 ton per hektare.

“Tahun depan kita anggarkan minimal 1 juta hektar. Kalau 1 juta hektar dikali (tambahan produksi) 5 ton, itu ada 5 juta ton,” ujar Amran saat meninjau proses panen modern di Desa Ciasem dan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Rabu (2/9) lalu.

Program subsidi tersebut ditargetkan menjangkau lahan pertanian dengan harapan dapat mendorong produktivitas padi sekaligus memperkuat produksi pangan nasional.

Sebagai informasi, metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System yang diuji coba selama dua tahun mendasari dorongan peningkatan produksi nasional tersebut.

Penerapan teknologi ini sanggup mendongkrak produktivitas padi dari rata-rata 5 hingga 6 ton menjadi 11 hingga 13 ton per hektare di wilayah percontohan yang tersebar di 10 provinsi.

"Metode ini meningkatkan populasi, dari yang sebelumnya 360 ribu rumpun menjadi 800 ribu sampai satu juta," kata Amran.

Kenaikan populasi tanaman padi terjadi karena jarak tanam yang lebih rapat dibandingkan metode konvensional.

Setiap rumpun tanaman diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 13 hingga 15 gram gabah.

"Satu rumpun itu menghasilkan 13-15 gram, kalau dikalikan 800 atau 1 juta maka hasilnya dapat kelihatan," ujarnya.

Uji coba metode baru ini menunjukkan hasil produktivitas tertinggi mencapai 12,4 ton per hektare.

Sementara itu, produktivitas lahan rawa yang semula 3 ton per hektare tercatat naik menjadi 8 ton per hektare.

"Ini meningkatkan 2 kali lipat yang biasanya 5 ton bisa berproduksi 11-12 ton," ujarnya lagi.

Dengan asumsi tersebut, subsidi benih untuk minimal 1 juta hektare berpotensi menopang produksi sekitar 5 juta ton GKG.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan produksi beras nasional melalui dukungan terhadap sarana produksi pertanian dan peningkatan produktivitas lahan.

Berita Terkini

See More