PT Bank Mandiri (Persero) Tbk|BMRI|Kredit Usaha Rakyat (KUR)|KUR Bank Mandiri

Bank Mandiri Kucurkan KUR Rp29,53 Triliun hingga Agustus 2026, Mayoritas Mengalir ke Sektor Produksi

Oleh: Issa

30 September 2026, 17:05
Bank Mandiri Kucurkan KUR Rp29,53 Triliun hingga Agustus 2026, Mayoritas Mengalir ke Sektor Produksi

foto: dok. Bank Mandiri

Pasardana.id - Memasuki usia ke-28 tahun, Bank Mandiri (IDX:BMRI) terus menghadirkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai daerah untuk membuka ruang bagi usaha mereka tumbuh lebih jauh.

Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), dukungan tersebut terutama diarahkan kepada sektor produksi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari pertanian, jasa produksi, hingga industri pengolahan.

Hingga 31 Agustus 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp29,53 triliun, atau mencapai 72,03% dari target tahun ini sebesar Rp41 triliun.

Penyaluran tersebut telah menjangkau 223.284 debitur UMKM di seluruh Indonesia, sekaligus membantu pelaku usaha mengembangkan kapasitas bisnis dan meningkatkan skala usahanya.

Komitmen terhadap sektor produktif tercermin dari komposisi penyaluran KUR Bank Mandiri. Hingga delapan bulan pertama 2026, sebesar 64,48% atau Rp19,04 triliun KUR Bank Mandiri mengalir ke sektor produksi, sementara 35,52% atau Rp10,48 triliun mengalir ke sektor nonproduksi.

Rinciannya, sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan penyaluran mencapai Rp9,84 triliun atau 33,32%, diikuti sektor jasa produksi sebesar Rp6,47 triliun atau 21,92%, serta industri pengolahan sebesar Rp2,28 triliun atau 7,75%.

Penyaluran juga mencakup sektor perikanan yang mencapai sebesar Rp424 miliar dengan tren yang terus bertumbuh.

Komposisi ini menunjukkan fokus Bank Mandiri dalam memperluas pembiayaan ke aktivitas usaha yang menghasilkan barang dan jasa sekaligus memiliki keterkaitan dengan rantai pasok perekonomian, termasuk sektor pangan dari hulu hingga hilir.

Senior Vice President Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan, pertumbuhan UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Karena itu, penyaluran KUR diarahkan untuk membuka akses pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas, memperkuat kapasitas usaha, dan berkembang bersama ekosistem di sekitarnya.

“Bank Mandiri melihat bahwa pertumbuhan pelaku usaha tidak berdiri sendiri. Ketika petani dapat meningkatkan produktivitas, maka terdapat peluang bagi sektor perdagangan, jasa, pengolahan, hingga distribusi untuk ikut berkembang," kata Bayu, Rabu (30/9/2026).

Karena itu, pembiayaan KUR Bank Mandiri arahkan untuk mendukung rantai aktivitas ekonomi tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Lebih lanjut, hingga 31 Agustus 2026, kualitas penyaluran KUR Bank Mandiri tetap terjaga dengan non-performing loan (NPL) di bawah 1%. Di sisi lain, Bank Mandiri juga terus memperluas akses bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum memperoleh pembiayaan KUR.

Pada periode yang sama, realisasi debitur baru mencapai 157.839 debitur, atau 71,75 persen dari target tahun 2026 sebanyak 220.000 debitur. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 71 persen dari total debitur penerima KUR Bank Mandiri sepanjang 2026 hingga Agustus.

Secara historis, sejak pertama kali menyalurkan KUR pada 2008 hingga 31 Agustus 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp332,77 triliun kepada 3,81 juta debitur.

Capaian tersebut turut mencerminkan konsistensi bank berlogo pita emas ini dalam menjalankan mandat pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil sekaligus mendorong inklusi keuangan.

Berita Terkini

See More