Morgan Stanley Capital International (MSCI)|Standalone Market|fundamental pasar modal|Bursa Efek Indonesia|tim riset ekonomi bank mandiri|indeks MSCI

Apresiasi Langkah BEI Soal MSCI, Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri Beri Beberapa Rekomendasi

Oleh: Issa

20 Oktober 2026, 14:30
Apresiasi Langkah BEI Soal MSCI, Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri Beri Beberapa Rekomendasi

foto: istimewa

Pasardana.id - Indonesia terus memperkuat reformasi integritas pasar modal pada 2026 untuk meningkatkan transparansi kepemilikan saham dan menjaga kepercayaan investor global.

Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri menilai langkah tersebut menjadi fondasi penting bagi pasar modal domestik agar tumbuh lebih sehat dan berdaya saing.

Salah satu langkah yang ditempuh Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah memublikasikan pemegang saham dengan kepemilikan minimal 1%, disertai keterangan status afiliasi dengan emiten.

Kebijakan ini diharapkan membantu investor mengidentifikasi kepemilikan saham publik secara lebih akurat.

BEI juga mengeluarkan saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk meningkatkan representasi indeks.

Meski demikian, saham tersebut tetap dapat diperdagangkan dan bisa kembali masuk perhitungan IHSG setelah tidak lagi berstatus HSC.

Untuk menjaga stabilitas perdagangan, BEI turut menerapkan batas auto rejection bawah sebesar 7% secara sementara hingga 31 Desember 2026.

Kebijakan ini menjadi bagian dari respons bursa terhadap dinamika dan tekanan pasar terkini.

Di sisi lain, penyedia indeks global MSCI tengah mengonsultasikan usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.

Fokus pembahasan mencakup aspek investabilitas, terutama transparansi struktur kepemilikan saham dan integritas aktivitas perdagangan.

BEI telah bertemu dengan MSCI pada 19 Oktober 2026 untuk membahas perkembangan tersebut.

MSCI membuka masukan dari pelaku pasar hingga 30 April 2027 dan dijadwalkan mengumumkan keputusan paling lambat 30 Juni 2027.

Perbaikan tata kelola dan fungsi pasar yang nyata menjadi pertimbangan penting dalam evaluasi tersebut.

Dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026), Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri memandang rangkaian reformasi tersebut sebagai fondasi untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Keterbukaan kepemilikan dan indeks yang lebih representatif menjawab langsung aspek yang menjadi perhatian investor global.

Ke depan, implementasi yang konsisten dan tepat waktu akan menjadi kunci.

Dengan komitmen reformasi yang berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang yang baik untuk mempertahankan status Emerging Market sekaligus memperkuat daya tarik pasar modal domestik dalam jangka panjang.

Berita Terkini

See More