Kinerja SIG Semester I 2026 Tumbuh Solid, Laba Melonjak 471 Persen Jadi Rp228 Miliar
Oleh: Issa

foto: dok. SIG
Pasardana.id - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (IDX:SMGR) atau SIG mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Di tengah meningkatnya permintaan semen nasional, SIG membukukan volume penjualan 18,28 juta ton.
Catatan itu naik 5,6% secara tahunan (yoy) dari 17,31 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan penjualan turut mendorong pendapatan SIG naik 13,1% yoy menjadi Rp17,65 triliun. Sementara itu, EBITDA tercatat Rp2,15 triliun atau meningkat 2,6% yoy.
Kinerja paling signifikan terlihat pada laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang melonjak 471% yoy menjadi Rp228 miliar.
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, pertumbuhan penjualan terutama ditopang pasar domestik yang meningkat 9,7% yoy. Segmen semen kantong menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 11,2%.
“Kinerja penjualan yang positif pada semester I tahun 2026 adalah buah transformasi strategi penjualan pasar mikro yang dijalankan melalui penguatan retail sales hingga menjangkau toko-toko bangunan,” ujar Vita, Selasa (1/8/2026).
Dari sisi biaya, SIG tetap menjalankan efisiensi secara disiplin. Beban pokok pendapatan tercatat Rp13,85 triliun, sementara pengelolaan arus kas dan permodalan turut memperkuat kondisi keuangan perseroan.
Beban keuangan bersih turun 34,5% yoy seiring penurunan utang berbunga.
Memasuki semester II 2026, SIG optimistis prospek penjualan tetap positif. Pertumbuhan diharapkan berasal dari semen kantong.
Sementara segmen bulk diproyeksikan mulai pulih seiring meningkatnya aktivitas konstruksi, infrastruktur, investasi industri, dan hilirisasi.
SIG juga kembali menghidupkan Semen Kujang untuk memperkuat penetrasi pasar Jawa Barat.
Selain bisnis semen, transformasi SIG terus diarahkan menjadi Total Building Solution dengan mengembangkan produk dan solusi konstruksi yang lebih inovatif, berkelanjutan, serta berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Dengan strategi tersebut, SIG menargetkan penguatan profitabilitas sekaligus memperluas sumber pertumbuhan di industri bahan bangunan Indonesia.



