bahlil lahadalia|bbm subsidi|kelangkaan BBM|makassar|ESDM

Kelangkaan BBM di Makassar, Bahlil : Alhamdulillah Sudah Selesai

Oleh: Ronal

18 September 2026, 08:29
Kelangkaan BBM di Makassar, Bahlil : Alhamdulillah Sudah Selesai

Foto : istimewa

Pasardana.id- Antrean panjang pada kendaraan akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Makassar telah terurai dan kini telah berangsur normal.

Melansir Antara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku bahwa dirinya telah melaporkan situasi penanganan tersebut secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Yang terjadi kemarin di Makassar alhamdulillah sudah bisa terurai dan sudah selesai dan saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/9).

Bahlil mengatakan, secara nasional stok BBM masih berada dalam kondisi aman.

Pemerintah menetapkan standar minimum kebutuhan nasional pada kisaran 18-20 hari.

Menurut dia, salah satu faktor yang menyebabkan antrean BBM di Makassar adalah adanya pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

Pergeseran tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya harga minyak dunia yang kini berada di atas 100 dolar AS per barel.

"Kita tahu bahwa harga dunia sekarang kan tidak dalam kondisi baik-baik saja. Sekarang sudah mencapai 100 lebih, 100 dolar (AS) lebih per barel. Jadi pasti berdampak pada harga nasional, di mana harga subsidi kita tidak kita naikkan," bebernya.

Bahlil mengatakan, kondisi seperti itulah yang membuat sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih mengonsumsi BBM subsidi.

Selain itu, Bahlil menyebut adanya temuan kepolisian terkait dugaan praktik BBM subsidi secara berlebihan yang turut memperpanjang antrean di sejumlah titik.

Ia menyebut ada kendaraan yang telah dimodifikasi atau memiliki kapasitas tangki sangat besar, bahkan mencapai 700 liter hingga 1 ton, untuk menampung BBM.

Bahlil menyampaikan, Presiden Prabowo telah mengarahkan agar persoalan tersebut segera ditertibkan.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) sebagai pihak yang menjalankan implementasi kebijakan BBM di lapangan.

"Arahannya harus segera kita tertibkan. Karena kita tahu bahwa pemerintah itu kan regulator. Implementasi di lapangan itu kan adalah Pertamina. Jadi saya melakukan koordinasi terus dengan Pertamina," kata Bahlil.

Tak ketinggalan, Bahlil juga mengingatkan masyarakat yang dinilai mampu secara ekonomi untuk tidak menggunakan BBM subsidi karena bahan bakar tersebut diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang berhak menerimanya.

"Saudara-saudara kita yang mampu, yang memakai mobil bagus, ya tolonglah, subsidi ini kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," pungkas Bahlil.

Berita Terkini

See More