penghargaan|BABY|IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2026|PT Multitrend Indo Tbk (MTI)|PT Emway Globalindo (EGI)|MTI × EGI Integration Beat Plan

Integrasi MTI-EGI Berbuah Penghargaan, BABY Catat Laba Operasi Melonjak 271%

Oleh: Corri

18 September 2026, 16:03
Integrasi MTI-EGI Berbuah Penghargaan, BABY Catat Laba Operasi Melonjak 271%

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.idPT Multitrend Indo Tbk (MTI) (IDX: BABY) meraih penghargaan dalam IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2026 atas inovasi berjudul “MTI and EGI Strategic Business Model Integration – Internal Process Innovation.”

Penghargaan ini diberikan atas upaya Perseroan dalam mengintegrasikan proses kerja MTI dan PT Emway Globalindo (EGI) setelah proses akuisisi.

Melalui sistem operasional yang terstruktur dan terintegrasi, Perseroan memungkinkan tim dan fungsi di kedua entitas untuk berkoordinasi secara lebih efektif, memantau perkembangan secara bersama, serta mengidentifikasi potensi hambatan sejak tahap awal.

Untuk mendukung proses tersebut, MTI mengembangkan MTI × EGI Integration Beat Plan, sebuah kerangka kerja terstruktur yang dirancang untuk mengatur dan memantau seluruh agenda integrasi.

Program ini mencakup 108 milestones yang terbagi dalam lima area utama, yaitu People, Systems, Legal, Strategic, dan E-Commerce.

Seluruh proses dipantau melalui satu dashboard terpusat, sehingga manajemen dapat memantau aktivitas yang telah selesai, sedang berjalan, maupun yang masih harus dikerjakan dalam satu tempat.

Pendekatan ini juga memungkinkan Perseroan menghubungkan aktivitas integrasi dengan indikator operasional dan finansial, sehingga keberhasilan integrasi tidak hanya diukur berdasarkan penyelesaian tugas, tetapi juga berdasarkan dampak nyata terhadap bisnis.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya tim dalam membangun cara kerja yang lebih terstruktur selama proses integrasi MTI dan EGI. Bagi kami, integrasi bukan hanya mengenai menyatukan dua entitas, tetapi juga memastikan setiap fungsi dapat bekerja secara efektif dan memberikan dampak nyata terhadap bisnis,” ujar Niraj Jain, CEO PT Multitrend Indo Tbk, dalam siaran pers, Jumat (18/9).

Selanjutnya dijelaskan, hingga akhir kuartal kedua tahun 2026, proses integrasi telah mencapai 56% penyelesaian, dengan 61 tugas telah selesai, 20 tugas sedang berjalan, dan 27 tugas belum dimulai.

Selama periode tersebut, tidak terdapat aktivitas yang diklasifikasikan sebagai at risk atau blocked.

Penerapan sistem operasional yang terintegrasi tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan sejumlah indikator operasional.

Overall SLA Perseroan meningkat dari 91,65% pada kuartal pertama menjadi 94,80% pada kuartal kedua tahun 2026.

Finance SLA meningkat dari 68,83% menjadi 78,89%, sementara Distribution SLA mencapai 98,03% dan Warehouse SLA mencapai 98,24%.

Dari sisi efisiensi modal kerja, Cash Conversion Cycle berkurang 29 hari, dari 213 hari menjadi 184 hari. Inventory Days juga turun dari 226 hari menjadi 214 hari.

Perbaikan tersebut mendukung Perseroan dalam mencapai posisi kas bersih sebesar Rp32,68 miliar pada akhir Juni 2026.

Dampak integrasi juga tercermin pada kinerja bisnis.

Bisnis distribusi MTI dan EGI mencatatkan penjualan bersih kuartal kedua sebesar Rp241,8 miliar, meningkat 28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Cash Margin mencapai Rp85,3 miliar, meningkat 44% secara tahunan.

Secara konsolidasian, penjualan bersih kuartal kedua mencapai Rp458,97 miliar, meningkat 17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan 8% di atas anggaran.

Perbaikan operasional tersebut turut mendukung peningkatan profitabilitas Perseroan.

Operating Profit pada kuartal kedua mencapai Rp12,18 miliar, meningkat 270,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara Operating EBITDA mencapai Rp18,07 miliar.

“Fokus kami adalah memastikan bahwa proses integrasi memberikan dampak yang nyata terhadap cara kami menjalankan bisnis sehari-hari. Dengan menghubungkan aktivitas integrasi dengan indikator operasional dan finansial, kami dapat melihat tidak hanya apakah sebuah pekerjaan telah selesai, tetapi juga bagaimana proses tersebut berkontribusi terhadap efisiensi dan kinerja bisnis secara keseluruhan,” lanjut Niraj.

Bagi MTI, kerangka kerja yang dikembangkan melalui Integration Beat Plan tidak hanya ditujukan untuk proses integrasi MTI dan EGI.

Kerangka ini dirancang agar dapat dikembangkan dan digunakan kembali untuk proses integrasi bisnis atau entitas di masa mendatang, termasuk untuk mendukung ekspansi kategori, pengembangan saluran penjualan, integrasi sistem lintas entitas, serta agenda transformasi strategis Perseroan.

Penghargaan dari IDX Channel ini mencerminkan upaya PT Multitrend Indo Tbk dalam memperkuat proses operasional dan fundamental bisnis melalui pendekatan integrasi yang lebih terstruktur, peningkatan efisiensi operasional, serta pengelolaan modal kerja yang lebih baik.

Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, MTI akan terus mengembangkan sinergi dan inovasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Berita Terkini

See More