Wayang Pokemon|Project Poke Wayang|Wamen Ekraf|intellectual property (IP)

Wamen Ekraf Dukung Kreativitas Lokal Lewat Inovasi Wayang Pokémon

Oleh: Dadag

16 September 2026, 10:13
Wamen Ekraf Dukung Kreativitas Lokal Lewat Inovasi Wayang Pokémon

Foto: Istimewa

Pasardana.id – Pemerintah mendukung kolaborasi yang menghadirkan Pokémon dalam bentuk wayang.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menyebut Project Poke Wayang ini sebagai kolaborasi kreator lokal dengan Intellectual Property (IP) global yang memperluas jangkauan budaya sekaligus menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan.

"Pokémon merupakan IP internasional yang mempunyai pengaruh besar di dunia, sedangkan wayang adalah identitas nasional serta budaya yang mencerminkan nilai luhur dan kepribadian bangsa. Dengan adanya Poke Wayang, semoga anak-anak muda kita merasakan relevansi tersebut dan cinta kembali kepada wayang,” ujar Wamen Ekraf, seperti dilansir dari siaran pers, Selasa (15/9/2026).

Wamen Ekraf menjelaskan kolaborasi Pokémon dengan Indonesia sebelumnya telah hadir melalui kerja sama bersama Garuda Indonesia dengan menghadirkan Pikachu di livery pesawat, Pikachu berbatik, serta kolaborasi musik bersama penyanyi dangdut Happy Asmara yaitu Goyang HEPIKA.

Menurutnya, sinergi terbaru Poke Wayang bersama Wahyu Dunung Raharjo dari Sahabat Wayang menunjukkan bahwa pemanfaatan IP global mampu memperluas jangkauan kebudayaan lokal ke panggung internasional secara berkelanjutan.

Selain itu, peluncuran Pokémon Run, Pokémon Sports Project, serta Pokémon Trading Card Game Pocket (PTCG Pocket) versi bahasa Indonesia telah dipersiapkan secara matang khusus bagi para penggemar setia di Tanah Air.

Berbagai acara kolaborasi seru antara Pokémon dan Nintendo juga dipastikan siap menyusul dalam waktu dekat.

Proyek-proyek itu bertujuan menyediakan pengalaman spesial bagi kalangan dari berbagai umur yang disesuaikan dengan budaya dan gaya hidup di Indonesia.

“Pikachu berbatik yang melenggang ke Tokyo adalah wujud nyata kekuatan ekonomi kreatif dalam membawa kearifan lokal Indonesia ke panggung dunia, begitu juga dengan Wayang Pokemon, Wayang adalah warisan budaya UNESCO yang tak ternilai harganya. Dengan memadukan tradisi ini dengan Pokémon, kita sedang menciptakan media pop-kultur yang unik untuk memperkenalkan kekayaan budaya kita kepada generasi muda. Ini tentang empati, keterhubungan, dan menjaga tradisi kita tetap hidup,” ungkap Irene Umar.

Proses perancangan hingga produksi kesenian khas tersebut melibatkan diskusi intensif bersama Kementerian Ekraf, Kementerian Kebudayaan, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) selama hampir satu tahun, di mana pagelaran Wayang Pokemon akan dipentaskan perdana pada ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) mendatang tepat di sini, di Jakarta, pada tanggal 21 hingga 23 Oktober 2026.

Langkah sinergis itu diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan anak bangsa terhadap warisan tradisi melalui media hiburan modern yang dekat dengan keseharian mereka.

Corporate Officer Asia Business Division The Pokémon Company, Susumu Fukunaga, menyatakan bahwa kolaborasi itu merupakan langkah inovatif ini memadukan warisan budaya luhur wayang kulit dengan keajaiban dunia Pokémon untuk menginspirasi serta menyatukan generasi muda di Indonesia dan seluruh dunia.

"Kami telah berdiskusi dan berbicara dengan tiga kementerian di Indonesia, terutama terima kasih banyak kepada ibu Irene Umar yang terus berkolaborasi dengan kami, dan kami punya misi ingin menyampaikan kepada lebih banyak lagi anak-anak di Indonesia tentang dunia Pokemon,” tutur Susumu Fukunaga.

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Kebudayaan, Fadli Zon; serta jajaran eksekutif senior The Pokémon Company.

Sementara itu, Wamen Ekraf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Deputi Bidang Kreativitas Teknologi dan Digital, Neil El Himam; Direktur Gim, Luat Sihombing; serta Direktur Kriya, Neli Yana.

Berita Terkini

See More