Bantu Korban Gempa NTT, DIRUT Bulog : Gunakan Sistem PDUB
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Perum Bulog memastikan distribusi bantuan pangan bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) dilakukan dengan cepat tanpa menunggu proses administrasi selesai. Hal tersebut dilakukan demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak dari bencana gempa tersebut.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penanganan bencana di NTT dilakukan Bulog dengan mengadopsi pengalaman sebelumnya saat membantu masyarakat terdampak bencana di Lombok, termasuk banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
"Kami mengadopsi pengalaman kami menangani bencana waktu di Lombok maupun di Sumatera kemarin, Aceh, Sumbar, dan Sumut. Yang mana kami menggunakan sistem PDUB," kata Rizal di Jakarta, Senin, (14/9), mengutip Antara.
Saat menerima kunjungan Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini bersama jajaran di Ruang Supply Chain Command Tower (SCCT) yang menjadi Pusat Komando dan Pengendalian Bulog terhadap penanganan pangan korban gempa NTT, Rizal mengaku bahwa pihaknya menerapkan hal tersebut guna mencegah terjadinya keributan dan penjarahan seperti yang terjadi saat gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang melanda Kota Palu pada 2018 silam.
"PDUB, yaitu Pukul Dulu, Urusan Belakang bu. Jadi kalau kita nunggu administrasi dulu, mohon maaf, pengalaman, masyarakat (kalau) sudah kelaparan ribut. Nanti kayak kejadian di Palu, penjarahan. Itu yang kami minta antisipasi," kata Rizal.
Disampaikan Rizal, strategi percepatan distribusi dilakukan melalui pendekatan penyaluran awal sebelum seluruh administrasi selesai agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan risiko kekurangan pangan dapat diminimalkan selama masa tanggap darurat.
Bulog juga menetapkan langkah cepat dengan memberikan bantuan awal sebanyak 1.000 ton beras kepada setiap daerah yang terdampak sambil menunggu pengajuan kebutuhan lanjutan dari daerah secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Makanya kemarin pada saat kejadian (banjir) di Sumatera maupun kejadian (gempa) di NTT, kami mengambil keputusan semua kabupaten/kota terdampak diberikan 1.000 ton," bebernya.
Tak hanya beras, Bulog juga menyalurkan minyak goreng kepada masing-masing daerah terdampak sebanyak 1.000 liter sebagai dukungan tambahan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama penanganan bencana di berbagai lokasi terdampak bencana.
"Nah ini disetujui Pak Mentan, maka kemarin pada saat kejadian (gempa) di NTT, tidak ada yang menjadi gaduh di lapangan. Ini langkah kami yang kami ambil sehingga alhamdulillah kondisi penyaluran berjalan dengan baik dan lancar," tuturnya.
Adapun Perum Bulog mencatat penyaluran bantuan pangan beras bagi korban gempa NTT mencapai sekitar 1,9 juta kilogram (kg) guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak selama masa pemulihan bencana di wilayah tersebut.
Saat ini, penguatan stok beras NTT terus dilakukan yang diproyeksikan dapat mencapai 93,782 juta kilogram melalui dukungan pasokan dari Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Barat, serta Nusa Tenggara Barat.
Selain beras, Bulog juga telah merealisasikan 7.000 liter minyak goreng untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.
Penyaluran bantuan menjangkau wilayah terdampak di Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Manggarai Barat, serta Kota Kupang, sebagai bagian dari upaya memastikan dukungan pangan tersedia di tengah proses penanganan dan pemulihan pascabencana.




