ANALIS MARKET (11/9/2026): IHSG Masih Berpotensi Melanjutkan Pelemahan
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street kembali tertekan. Indeks S&P 500 turun 0,58%; Nasdaq melemah 0,65%; dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,60% pada Kamis (10/9), setelah kenaikan harga minyak dan data inflasi produsen memicu kekhawatiran pasar terhadap arah suku bunga The Fed. Kenaikan yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10Y mencapai level tertinggi dalam hampir tiga tahun. Selain itu, penurunan tersebut terjadi setelah harga minyak Brent melonjak sekitar 6% menjadi US$107/bbl. Gangguan jalur pasokan melalui Selat Hormuz dan Laut Merah meningkatkan kekhawatiran tekanan harga energi akan kembali mendorong inflasi. Sementara itu, data terbaru juga menunjukkan PPI AS meningkat sesuai ekspektasi pada Agustus MoM, terutama setelah biaya produk energi kembali naik. Di sisi lain, data CPI AS yang akan dirilis Jumat waktu AS. Di sisi emiten, Apple melonjak 3,6%, sehari setelah memperkenalkan iPhone lipat seharga US$1.999. sedangkan Macy's merosot 4,7% meski menaikkan proyeksi tahunannya. American Eagle Outfitters juga jatuh 14% ke level terendah sejak Oktober setelah mempertahankan proyeksi penjualan tahunannya di tengah pelemahan belanja konsumen. Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 bps. Kebijakan tersebut untuk meredam lonjakan inflasi akibat kenaikan harga energi, sebagai imbas perang di Timur Tengah.
Di sisi lain, Bursa saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Kamis (10/9), seiring meningkatnya serangan terhadap jalur pelayaran dalam konflik yang meluas di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah bertahan di atas US$100/bbl dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi. Departemen Keuangan AS juga mengumumkan program buyback obligasi jangka panjang senilai US$6 miliar. Namun, langkah tersebut mengecewakan sebagian investor yang berharap pemerintah AS melakukan buyback dalam jumlah lebih besar. Sementara itu, harga minyak mentah Brent berada pada level US$101,4/bbl. Di Jepang, indeks Nikkei 225 dan Topix kompak naik 0,2%. Sedangkan, indeks KOSPI Korea Selatan melemah 0,25%; sebaliknya KOSDAQ naik 0,8%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong melemah 1,3%; Taiex Taiwan turun 0,5%; dan ASX 200 Australia berkurang 1,03%. Di sisi lain, The Fed dan Bank of Japan (BOJ) dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan pada pekan depan.
Sementara itu, IHSG kemarin (10/9) ditutup turun 1.33%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp748 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, ISAT, INDY, dan CPIN.
“Dengan oil naik signifikan dan potensi Fed naikkan suku bunga, IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6530-6570 dan Resist IHSG: 6600-6620,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (11/9).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: MEDC, ELSA, BULL, AMMN, BIPI, dan ENRG.
Berikut ini trading plan-nya:
MEDC Spec Buy dengan area beli di 1530-1570, cutloss di bawah 1530. Target dekat di 1600-1650.
ELSA Spec Buy dengan area beli di 710-730, cutloss di bawah 700. Target dekat di 750-770.
BULL Buy on Weakness dengan area beli di 418-422, cutloss di bawah 408. Target dekat di 428-434.
AMMN Spec Buy dengan area beli di 4800-4810, cutloss di bawah 4750. Target dekat di 4900-4930.
BIPI Buy on Weakness dengan area beli di 145-149, cutloss di bawah 141. Target dekat di 156-162.
ENRG Spec Buy dengan area beli di 1460, cutloss di bawah 1410. Target dekat di 1490-1530.
Disclaimer on





