BBRM Terima Kapal AHTS USD12,1 Juta, Siap Pacu Pendapatan Bisnis Offshore
Oleh: Tri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (IDX: BBRM) menyampaikan Laporan Informasi atau Fakta Material sehubungan Penyampaian ke 2 (dua) Keterbukaan Informasi / Fakta Material atas Transaksi Pembelian 1 (satu) unit Kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS).
Melansir keterbukaan informasi BEI, Rabu (30/9) disebutkan, pada tanggal 30 Oktober 2024, Perseroan telah menandatangani perjanjian pembelian kapal dengan Great Union China Limited (Transaksi Pembuatan 1 Unit Kapal AHTS) senilai USD12.100.000 (dua belas juta seratus ribu Dolar Amerika Serikat).
Saat ini, Perseroan telah melakukan serah terima kapal dari Great Union China Limited dan siap beroperasi.
Transaksi Pembelian / Pembuatan Kapal tersebut dilakukan dengan Great Union China Limited bukan merupakan pihak terafiliasi Perseroan dan memiliki nilai transaksi sebesar USD12.100.000 atau sebesar 31,8% dari ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan untuk periode 12 (dua belas) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hertanto, Grace & Karunawan dalam Laporan No 00038/2.1000/AU.1/05/0136-5/1/III/2025 tanggal 24 Maret 2025, Ekuitas Perseroan tercatat sebesar USD38 juta (tiga puluh delapan juta dollar Amerika Serikat), sehingga tidak memerlukan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham.
Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Rengganis, Hamid & Rekan untuk memberikan pendapat sebagai penilai independent atas nilai pasar 1 (satu) unit Anchor Handling Tug Supply (AHTS) yang dibeli Perseroan.
“Hasil penilaian kapal AHTS tersebut adalah sebesar IDR 230.911.000.000 atau setara USD 13.006.872 dengan kurs 1USD=17.753 per tanggal 18 September 2026,” tulis Susanti Novita selaku Corporate Secretary PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk.
Selanjutnya disebutkan dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan sebagai berikut:
-Dampak Aspek Operasional
Pembelian kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) ini dilakukan untuk menambah armada serta meningkatkan pendapatan sewa pada kegiatan operasional di bisnis kapal penunjang lepas pantai.
-Dampak Aspek Keuangan
Dengan pembelian kapal, aset Perseroan akan meningkat sebesar USD 12.100.000 dan utang Perseroan akan meningkat sesuai dengan kredit investasi yang diberikan oleh PT Bank IBK sebesar Rp 120.000.000.000 (ekualisasi USD 7.260.000). Dengan adanya penambahan kapal, pendapatan Perseroan diharapkan dapat meningkat sehingga dapat meningkatkan keuangan Perseroan.
-Dampak Aspek Hukum atas Kelangsungan Usaha Emiten
Saat ini tidak ada dampak material dari kejadian, informasi, atau fakta material tersebut terhadap hukum dan kelangsungan usaha Perseroan.




