ANALIS MARKET (01/10/2026): IHSG Diperkirakan Bergerak Konsolidasi dengan Kecenderungan Tertekan
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (30/9), IHSG ditutup melemah 50,56 poin (- 0,83%) ke level 6.071,14.
Pelemahan IHSG karena investor cenderung wait and see di tengah tekanan eksternal dan ketidakpastian domestik.
Dari eksternal, penguatan dolar AS dan yield US Treasury 10 tahun yang bertahan di atas 5,2% meningkatkan kekhawatiran bahwa suku bunga The Fed akan tetap tinggi, sehingga mengurangi daya tarik aset berisiko seperti saham.
Sentimen juga tertekan oleh harga minyak yang masih tinggi dan ketidakpastian geopolitik.
Dari domestik, rupiah yang sempat menembus Rp18.000/US$, ketidakpastian terkait konsistensi kebijakan fiskal dan target defisit APBN, serta perhatian terhadap penerapan kembali aturan short selling BEI turut membuat investor lebih berhati-hati.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, tercermin dari DJIA (-0,86%), S&P 500 (-0,25%), & Nasdaq (+0,24%). Pergerakan saham-saham AS dipengaruhi oleh sentimen yang beragam.
Kenaikan harga minyak menjadi katalis negatif utama karena meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi berbasis energi, menjaga yield US Treasury tetap tinggi, dan menekan saham sektor finansial serta industri.
Selain itu, minimnya perkembangan dalam pembicaraan damai AS–Iran turut meningkatkan risiko geopolitik dan menjaga harga minyak tetap tinggi.
Di sisi lain, inflasi core PCE Agustus yang hanya naik 0,2% atau lebih rendah dari ekspektasi menjadi katalis positif karena memperkuat harapan bahwa The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga pada Oktober.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan masih tertekan, meskipun ada peluang rebound terbatas,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (01/10).




