Menkeu Sebut Laba BUMN Kemenkeu Bisa Bantu Bayar Utang Whoosh
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berbicara soal utang kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).
Kata Menkeu, pembayaran utang kereta cepat yang dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini sebesar Rp 1 triliun per tahun dapat dilakukan.
Menkeu mengatakan, pemerintah memiliki sumber dana yang cukup untuk membayar kewajiban tersebut.
Dirinya pun memastikan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Special Mission Vehicle (SMV) di bawah pembinaan Kementerian Keuangan dapat berpartisipasi aktif membayar utang Whoosh.
“Kalau kita lihat salah satu perusahaan apa, salah satu BUMN di bawah Kementerian Keuangan, yang kita yang agak kecil aja untungnya, setahun 3 sampai 4 triliun,” kata Purbaya kepada awak media di kantor Kementerian Keuangan pada Rabu (9/9).
Menkeu pun kemudian mencontohkan Jasa Marga, dan menyebut ada perusahaan lain yang memiliki keuntungan sekitar Rp 6 triliun hingga Rp 7 triliun.
“Jasa Marga kan bisa. Tambah satu lagi ada yang untung 6 sampai 7 triliun. Jadi cukup, enggak ada masalah,” ujarnya.
Hanya saja, Menkeu Purbaya belum dapat memastikan SMV mana yang akan dipilih dan terlibat dalam pembayaran utang tersebut.
Sebelumnya, ada 2 nama SMV yang disebut Purbaya kemungkinan akan ditangani oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Indonesia Investment Authority (INA).
Menkeu masih menunggu, akan ada serah terima pembayaran utang Whoosh dari Danantara ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026.
Usai diserahkan ke Kementerian Keuangan, Purbaya akan membenahi lebih lanjut terkait mekanisme pembayaran utang.
Termasuk direstrukturisasi dengan tenor hingga 80 tahun.
"Nanti saya rapikan lagi ke depan kalau ada dari Tiongkok, segala macam, ini kan belum resmi ke saya, jadi saya belum bisa mewakili KCIC bicara dengan yang Tiongkok.", tukasnya.




