kerja sama perikanan|china|Technical Cooperation Guidelines (TCG)|nelayan

Kerja Sama Perikanan Skema TCG Dengan China Libatkan 669 Tenaga Kerja RI

Oleh: Ronal

28 September 2026, 08:01
Kerja Sama Perikanan Skema TCG Dengan China Libatkan 669 Tenaga Kerja RI

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kerja sama perikanan antara Pemerintah RI dan China (Tiongkok) saat ini sudah memasuki babak baru.

Implementasi dari babak baru dari kerja sama ini resmi diluncurkan pada September 2026 di Tual, Maluku, melalui skema Technical Cooperation Guidelines (TCG).

Technical Cooperation Guidelines (TCG) merupakan tindak lanjut kunjungan kerja Presiden RI ke China pada 9 November 2024 yang menyepakati _joint statemen_t antarkedua negara.

Di sektor kelautan dan perikanan, kesepakatan tersebut diimplementasikan dengan penandatanganan TCG oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI bersama Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China.

Ruang lingkup dari kerja sama ini mencakup penangkapan ikan, pembangunan fasilitas perikanan di darat termasuk pelabuhan perikanan, pengolahan ikan, pertukaran keterampilan, pelatihan, dan data relevan terkait sektor perikanan, serta kolaborasi untuk memastikan pemenuhan kesejahteraan pekerja perikanan.

Kerja sama dengan skema TCG ini melibatkan 669 tenaga kerja Indonesia dalam pengoperasian 33 kapal perikanan berbendera Indonesia di Wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 718 atau perairan Arafura.

Dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Minggu (27/9), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi Indonesia melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Melansir Antara disebutkan, salah satu awak kapal, Mualim I KM SMMRF 88, Erwin Agung Triono mengatakan, program tersebut memberikan kesempatan bagi awak kapal untuk meningkatkan pengalaman dan keterampilan di bidang perikanan.

Dirinya berharap, program kerja sama tersebut dapat berlanjut, sehingga pengalaman yang diperoleh awak kapal saat ini dapat mendukung regenerasi sumber daya manusia kelautan dan perikanan.

Satu lagi, nelayan asal Kebumen, Jawa Tengah, Marito mengatakan, program tersebut juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sektor perikanan.

“Tenaga kerja semakin banyak yang menganggur akhirnya bisa terserap dalam rangka mengikuti program TCG ini,” ujarnya.

Selanjutnya, KKP memastikan bahwa dalam program TGC ini, awak kapal memperoleh gaji, bonus atau premi berdasarkan hasil tangkapan, serta perlindungan berupa asuransi kesehatan, kematian, dan ketenagakerjaan.

KKP menyebut 33 kapal yang disiapkan dalam kerja sama tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 9.500 ton ikan sesuai kuota yang ditetapkan.

Sebanyak 33 kapal perikanan berbendera Indonesia tersebut akan beroperasi di WPPNRI 718 atau perairan Arafura, guna meningkatkan produksi perikanan tangkap nasional.

Kerja sama tersebut juga diperkirakan memberikan kontribusi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sekitar Rp65 miliar.

Berita Terkini

See More