Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|Kiwoom Sekuritas

ANALIS MARKET (06/8/2026): Momentum IHSG untuk Bullish Masih Kuat!

Oleh: Ria

06 Agustus 2026, 08:42
ANALIS MARKET (06/8/2026): Momentum IHSG untuk Bullish Masih Kuat!

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan hari Rabu (08/05/26), mengakhiri tren penguatan selama empat hari setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di awal sesi.

Indeks S&P 500 turun 0,2% ke level 7.723,55 dan Nasdaq Composite melemah 0,8% ke level 26.363,44, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,5% dan mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru di level 54.349,12.

Pergerakan pasar dipengaruhi oleh aksi ambil untung pada saham-saham teknologi setelah laporan keuangan SpaceX dan AMD mengecewakan ekspektasi investor, sementara saham-saham di luar sektor teknologi terus menopang kenaikan indeks Dow.

SENTIMEN PASAR: Sentimen pasar tetap relatif positif, didukung oleh musim laporan keuangan yang solid dan pemulihan berkelanjutan di sektor AI pasca-rilis laporan keuangan Microsoft dan Amazon. Namun, optimisme sedikit tertahan setelah saham SpaceX turun 13,6% akibat tingginya belanja infrastruktur AI yang menekan arus kas bebas (free cash flow), sementara saham AMD melemah 7%—meskipun mencatatkan kinerja di atas ekspektasi—karena panduan kinerja (guidance) perusahaan dinilai kurang memuaskan. Dari sisi makroekonomi, data ADP Employment Change hanya mencatat penambahan 44.000 lapangan kerja pada bulan Juli, lebih rendah dari perkiraan sebesar 68.000, yang mengindikasikan mulai melambatnya pasar tenaga kerja. Investor kini menantikan data Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Juli sebagai petunjuk utama arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

GEOPOLITIK: Sentimen geopolitik membaik setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz semakin besar. Iran juga mengonfirmasi bahwa negosiasi masih berlangsung melalui mediasi Oman, sehingga memunculkan harapan akan meredanya konflik di Timur Tengah dan berkurangnya kekhawatiran mengenai gangguan pasokan energi global.

REGULASI & KEBIJAKAN: Aktivitas sektor jasa AS, berdasarkan data ISM Services PMI, naik ke level 54,1 pada bulan Juli, sementara Indeks Harga (Prices Index) tetap berada di atas level 70, yang mengindikasikan bahwa tekanan inflasi di sektor jasa masih relatif tinggi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa Federal Reserve diperkirakan akan tetap berhati-hati dalam menentukan waktu penurunan suku bunga, meskipun indikator pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

PENDAPATAN TETAP & MATA UANG: Indeks Dolar AS (DXY) melemah ke bawah level 99,8, yang merupakan level terendah dalam tujuh minggu. Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun turun menjadi 4,60%, sementara imbal hasil tenor 2 tahun melemah ke 4,19%, mencerminkan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Di Jepang, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun ke sekitar 2,82%, sedangkan nilai tukar yen bergerak di kisaran JPY157,5 per dolar AS.

PASAR EROPA & ASIA: Pasar saham Eropa ditutup bervariasi. Indeks FTSE 100 Inggris naik 0,3%, CAC 40 Prancis mencatatkan rekor penutupan baru, dan STOXX Europe 600 menguat 0,04%. Sebaliknya, indeks DAX Jerman turun 0,3% akibat aksi ambil untung (profit-taking), sementara FTSE MIB Italia melemah 0,2%.

-Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih tinggi. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 3,66%, KOSPI Korea Selatan naik 3,76%, Shanghai Composite menguat 1,47%, Shenzhen Component naik 1,86%, Hang Seng naik 0,2%, dan Sensex India menguat sekitar 0,2%, didukung oleh penguatan saham-saham sektor semikonduktor serta membaiknya sentimen global.

KOMODITAS: Harga komoditas bergerak bervariasi. Harga minyak WTI turun ke bawah US$75/barel dan Brent bertahan di bawah US$80/barel di tengah meningkatnya optimisme mengenai tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Harga emas melonjak 4,3% menjadi sekitar US$4.253/oz, didukung oleh pelemahan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Harga tembaga naik 1,59% menjadi di atas US$6,72/lb akibat ketatnya pasokan global, timah menguat ke sekitar US$55.989/ton, sementara nikel bertahan di kisaran US$17.140/ton. Di sisi lain, harga batu bara termal turun ke sekitar US$128/ton di tengah peningkatan produksi dari India, sedangkan harga minyak kelapa sawit Malaysia menguat tipis ke sekitar MYR4.702/ton.

AGENDA HARI INI:

-Amerika Serikat (AS): Pidato Gubernur The Fed Lisa Cook, data klaim awal tunjangan pengangguran (Initial Jobless Claims), produktivitas sektor non-pertanian kuartal II (QoQ/awal), dan biaya tenaga kerja per unit kuartal II (QoQ/awal).

-Jerman (DE): Pesanan pabrik bulan Juni (MoM).

-Italia (IT): Produksi industri bulan Juni (MoM).

-Inggris (GB): PMI Konstruksi S&P Global bulan Juli.

-Kawasan Euro (EA): Penjualan ritel bulan Juni (MoM).

INDONESIA: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% (YoY) pada kuartal II 2026, melambat dari 5,61% (YoY) pada kuartal sebelumnya, namun tetap mencatatkan pertumbuhan kumulatif sebesar 5,45% pada semester I 2026. Pemerintah menilai kinerja ini tetap solid di tengah tekanan global, seperti perang dagang, konflik geopolitik, dan disrupsi teknologi. Pemerintah juga optimistis pertumbuhan ekonomi dapat meningkat pada semester II 2026 mendekati 6%, didukung oleh penguatan konsumsi domestik, investasi, serta kebijakan peningkatan likuiditas untuk mendorong penyaluran kredit.

-Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penempatan tambahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp70 triliun ke bank-bank Himbara, sehingga total dana yang ditempatkan mencapai hampir Rp400 triliun. Pemerintah juga akan memperpanjang masa penempatan sebagian dana SAL hingga Juli 2027 guna menjaga likuiditas perbankan, menurunkan biaya dana (cost of funds), serta mendorong pertumbuhan kredit dan aktivitas ekonomi pada semester kedua tahun 2026.

-IHSG ditutup menguat 0,50% di level 6.351,14 pada perdagangan hari Rabu (08/05), setelah bergerak di kisaran 6.316,10 – 6.367,82. Meskipun investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp187,59 miliar di Pasar Reguler dan Rp182,77 miliar di seluruh pasar, indeks tetap berhasil menguat berkat aksi beli pada saham ANTM, TINS, BUMI, KOTA, dan DEWA, sementara tekanan jual terbesar terjadi pada saham TPIA, TLKM, BBRI, ASII, dan CPIN. Sementara itu, nilai tukar Rupiah menguat ke kisaran Rp17.930 per dolar AS, didukung oleh pelemahan dolar AS di tengah penurunan harga minyak akibat optimisme tercapainya kesepakatan AS-Iran, serta sentimen domestik positif setelah PDB Indonesia kuartal II-2026 tumbuh 5,29% secara tahunan (YoY)—melampaui ekspektasi pasar—dan inflasi bulan Juli tercatat sebesar 2,88%, tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia.

-Secara teknikal, IHSG kembali membentuk candle bullish dan berhasil ditutup di atas EMA10 (6.237), EMA20 (6.179), dan EMA50 (6.250), yang mengindikasikan momentum penguatan tetap terjaga setelah terkonfirmasinya breakout dari fase konsolidasi jangka pendek. Pergerakan indeks juga tetap berada di atas garis tren naik (uptrend line), membuka peluang untuk melanjutkan penguatan menuju area resistansi berikutnya. Indikator RSI (14) naik ke level 61,66, mencerminkan momentum bullish yang semakin kuat namun belum memasuki wilayah jenuh beli (overbought), sehingga masih menyisakan ruang untuk kenaikan lebih lanjut. Selama IHSG mampu bertahan di atas area EMA50 (6.250), peluang penguatan menuju level resistansi di 6.377, 6.500, hingga 6.723 tetap terbuka. Di sisi lain, jika terjadi koreksi teknikal (pullback), area support berada di level 6.250, 6.237, dan 6.179, yang berpotensi menjadi area akumulasi.

“Kami menyarankan investor untuk mempertahankan posisi dan mempertimbangkan strategi averaging up pada saham-saham yang telah terkonfirmasi mengalami breakout, sembari tetap menerapkan trailing stop di bawah area 6.250 untuk mengantisipasi potensi koreksi jangka pendek,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset Kamis (06/8).

Disclaimer On

Berita Terkini

See More