Danantara Siapkan Patriot Bond, Guna Tarik Minat Investor Kembangkan PLTS 100 GW
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) di Indonesia menjadi pilar utama dalam mempercepat transisi energi nasional menuju ekonomi hijau.
Akan hal itu, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memperkirakan, untuk pengembangannya dibutuhkan investasi jumbo mencapai Rp1.130 triliun.
Pahala N. Mansury, selaku Managing Director of Global Relations and Governance Danantara mengungkapkan, bahwa besarnya kebutuhan dana tersebut menuntut pembangunan ekosistem pembiayaan yang kuat.
Hal tersebut disampaikan menyusul langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah melakukan groundbreaking untuk program 100 GW PLTS tersebut.
"Indonesia tidak hanya membutuhkan pembangkit listrik bertenaga hijau, tetapi juga membutuhkan grid ataupun transmisi yang betul-betul bisa mengakomodasi energi berbasis hijau," ujar Pahala di Jakarta, Rabu (26/8).
Ia menekankan, pentingnya infrastruktur jaringan listrik yang mumpuni untuk mengatasi karakteristik intermiten dari energi terbarukan.
Selain pembangkit, Danantara juga mendorong penguatan industri pendukung seperti kabel, inverter, hingga solar PV guna memastikan integrasi energi berjalan optimal.
Danantara, dalam hal ini sebagai motor penggerak akan berperan sebagai equity investor melalui skema sustainable financing.
Salah satu instrumen yang disiapkan adalah penerbitan Patriot Bond, yang memungkinkan penerapan konsep blended financing untuk menarik minat investor pada proyek energi terbarukan berskala besar.




