See More

18 Agustus 2026, 17:02

18 Agustus 2026, 16:40

18 Agustus 2026, 16:29

18 Agustus 2026, 16:22

18 Agustus 2026, 16:03

18 Agustus 2026, 15:38
Posisi utang luar negeri|Utang Luar Negeri (ULN)|utang pemerintah|utang swasta|Produk Domestik Bruto (PDB)|Bank Indonesia
Oleh: Issa

foto: dok. Bank Indonesia
Pasardana.id- Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II 2026 tetap terjaga.
Posisi ULN Indonesia pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 453,4 miliar dolar AS, atau secara tahunan tumbuh 4,4% (yoy).
Berdasarkan keterangan Bank Indonesia, Selasa (18/8/2026), perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang lebih rendah.
Secara rinci, posisi ULN pemerintah pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 216,3 miliar dolar AS, atau tumbuh 2,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan I 2026 sebesar 3,8% (yoy).
Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang terjaga.
Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang.
Sementara itu, posisi ULN swasta pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 194,6 miliar dolar AS, atau mengalami kontraksi 0,6% (yoy), lebih rendah dibandingkan kontraksi 1,3% (yoy) pada triwulan I 2026.
Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi 3,4% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi 6,3% (yoy) pada triwulan I 2026.
ULN swasta juga tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 75,7% terhadap total ULN swasta.
Bank Indonesia menjelaskan, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 30,6% pada triwulan II 2026 dan didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 82,1% dari total ULN.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.