Pasca Persetujuan RUPSLB, MGLV Resmi Masuki Bisnis AI Data Center
Oleh: Corri

Foto : istimewa
Pasardana.id - PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (NexAI atau Perseroan, IDX: MGLV), dahulu bernama PT Panca Anugrah Wisesa Tbk, resmi menjadi perusahaan penyedia layanan pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence data center), setelah pemegang saham menyetujui sejumlah agenda terkait perubahan usaha dan rencana aksi korporasi.
Persetujuan tersebut diperoleh pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) dan Rapat Umum Pemegang Saham Independen (RUPS - Independen) yang digelar di Jakarta hari ini (7/9).
Pemegang saham juga menyetujui rencana penguatan permodalan melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD atau rights issue), serta penataan ulang portofolio usaha.
Perseroan berencana menerbitkan maksimal 285.732.512 lembar saham biasa baru.
Dana rights issue akan dimanfaatkan untuk mendukung arah bisnis baru Perseroan.
Dalam keterangan tertulis, Senin (07/9), Ahmad Zulfikar, Presiden Direktur NexAI, mengatakan, "Kami berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan pemegang saham. Persetujuan ini menjadi landasan bagi kami untuk mengakselerasi penetrasi ke sektor infrastruktur digital, sekaligus membangun fondasi pertumbuhan yang solid di industri AI data center yang berkembang sangat cepat."
Sejalan dengan perubahan kegiatan usaha tersebut, pemegang saham turut menyetujui rencana Perseroan untuk melepas kepemilikan pada sejumlah anak perusahaan yang berkaitan dengan lini usaha sebelumnya kepada pihak ketiga, sekaligus mengalihkan aset dan liabilitas terkait.
Sementara itu dalam RUPS - Independen, pemegang saham Independen juga menyetujui akuisisi oleh Perseroan atas saham PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC), beserta piutang terkait dari PT Nextier Datamate Center (NDC), yang merupakan salah satu pemegang saham Perseroan.
"Divestasi sejumlah anak usaha dan akuisisi NAC dan NGC merupakan langkah konkret menata kembali portofolio Perseroan sesuai fokus usaha yang baru. Kedua perusahaan ini akan memperkuat pondasi operasional dan strategi pengembangan bisnis AI data center kami," ujar Zulfikar.
Riset terbaru dari CGS Internasional Sekuritas Indonesia menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi jadi salah satu pusat pertumbuhan infrastruktur AI di Asia Tenggara, seiring meningkatnya kebutuhan data center.
Senada, dalam Keterbukaan Informasi Perseroan, World Bank juga memperkirakan kebutuhan data center akan meningkat signifikan hingga 3,06 GigaWatt pada 2034.




