Karya Pacific Energy Resmi Luncurkan Logo Baru
Oleh: Corri

Foto : istimewa
Pasardana.id - PT Karya Pacific Energy Tbk (IDX: IATA) menyampaikan Laporan Informasi atau Fakta Material sehubungan Peluncurkan Logo Baru Perseroan.
“Hari ini, PT Karya Pacific Energy Tbk (IDX: IATA atau Perseroan) resmi meluncurkan logo baru sebagai bagian dari transformasi identitas Perseroan. Perubahan logo ini merupakan tindak lanjut atas perubahan nama Perseroan, dari sebelumnya bernama PT MNC Energy Investments Tbk menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk, yang telah memperoleh persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026,” tulis siaran pers Perseroan, yang dilansir dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (11/8).
Dijelaskan, identitas visual tersebut merepresentasikan visi, semangat, dan arah strategis Perseroan di bawah pengendali baru untuk terus bertumbuh sebagai perusahaan energi yang adaptif, tepercaya, berdaya saing tinggi, mengedepankan tanggung jawab sosial dan komitmen jangka panjang bagi lingkungan dan pemangku kepentingan.
Filosofi Logo
-Karya Pacific Energy memanfaatkan bentuk logonya sebagai elemen grafis, di mana bentuk tersebut merepresentasikan nilai keberlanjutan, ekspansi, dan pertumbuhan Perseroan.
-Gerakan ke arah atas pada logo melambangkan semangat pertumbuhan yang berkelanjutan, pola pikir visioner, serta komitmen Karya Pacific Energy dalam membangun masa depan yang lebih kuat.
-Gradasi hijau merepresentasikan transformasi energi yang memberi manfaat besar, melambangkan harapan, inovasi, dan kemajuan yang berkelanjutan.
“Transformasi identitas ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Perseroan menuju fase pertumbuhan berikutnya. Dengan dukungan pengendali baru, Perseroan optimistis dapat memperkuat kapabilitas usaha dengan memanfaatkan integrasi dalam ekosistem Karya Pacific Group pada seluruh kegiatan operasional Perseroan, sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha. Selain itu, kami terus berkomitmen menciptakan nilai tambah dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur IATA, Suryo Eko Hadianto.
Adapun perubahan identitas visual ini tidak memengaruhi kegiatan operasional maupun komitmen Perseroan kepada pelanggan, mitra usaha, investor, kreditur, dan seluruh pemangku kepentingan.
Seluruh hak dan kewajiban Perseroan tetap berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Logo baru Perseroan akan mulai digunakan secara bertahap pada seluruh media komunikasi, dokumen resmi, platform digital, dan aset korporasi lainnya.
Business Update
Perseroan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan produksi batu bara di tahun 2026.
Saat ini, Perseroan masih menunggu hasil evaluasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang telah disampaikan sebelumnya. Sambil menunggu hasil evaluasi, Perseroan tetap menjalankan kegiatan operasional sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
Dengan dukungan ekosistem terintegrasi Karya Pacific Group sebagai pengendali baru, Perseroan memiliki posisi yang semakin kuat untuk meningkatkan kapabilitas operasional dan kapasitas produksi melalui sinergi di bidang pertambangan, logistik, dan infrastruktur pendukung.
Sebagai bagian dari ekosistem Karya Pacific Group, Perseroan memperoleh dukungan berbagai fasilitas strategis yang meliputi:
-Infrastruktur: Coal Loading Port/Jetty, Weigh Bridges, Hauling Road.
-Kontraktor Pertambangan: Land Clearing, Overburden and Mud Removal, Top Soil Removal, Coal Getting and Hauling, Hauling Road Maintenance, Stockpile Management, Post Mining Reclamation.
-Peralatan:
1.Alat berat: Dump truck, Bulldozer, Compactor, Fuel Truck, Motor Grader, Wheel Loader, Lube Truck, dan Water Truck
2.Peralatan pendukung: Water Pump, Tower Lamp, Welding Machine, Genset
3.Kendaraan operasional: Light Vehicles, ELF & buses.
Saat ini, Karya Pacific Energy mengelola 3 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah aktif beroperasi dan memberikan kontribusi terhadap kinerja Perseroan, yaitu IUP PT Putra Muba Coal (PMC), IUP PT Arthaco Prima Energy (APE), dan IUP PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE).
Ketiga IUP tersebut memiliki total sumber daya batu bara sebesar 598 juta MT dan cadangan (reserves) batu bara sebesar 288 juta MT.





