Perum Bulog Rekrut Keluarga ASN Korban Penembakan KKB di Jayawijaya
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Pemerintah lewat Perum Bulog akan memberikan kesempatan kepada anggota keluarga dari tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang gugur ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat Konferensi Pers di kantornya, Selasa (22/9) mengatakan ada tiga orang anak yang ditinggalkan dimana ketiganya telah menyelesaikan jenjang pendidikan.
“tiga orang anak yang ditinggalkan yang sudah selesai (sekolah) kita pekerjakan. Diterima kerja di Bulog," ungkap Mentan saat memberikan santunan dan beasiswa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mendoakan para aparatur yang gugur saat menjalankan tugas mendukung pelayanan sektor pertanian di Papua Pegunungan.
Selain beasiswa, Kementerian Pertanian juga menyerahkan penghargaan kepada para aparatur yang gugur sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka kepada negara.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan peluang anggota keluarga dari tiga ASN untuk bekerja sebagai karyawan di perusahaannya merupakan tindak lanjut dari perhatian pemerintah, dalam hal ini Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
"Ini sebagai rasa kemanusiaan, rasa empati dan kemanusiaan dengan memberikan penawaran kepada ketiga keluarga tersebut. Yang mana salah satu anak ataupun pihak keluarganya ada yang kami tawarkan agar berkenan menjadi karyawan Bulog," kata Rizal.
Kesempatan bekerja diberikan kepada anak ataupun anggota keluarga yang bersedia bergabung dengan Bulog sesuai domisili asal masing-masing, termasuk dari Sulawesi Selatan (Sulsel) maupun Nusa Tenggara Timur (NTT) sesuai kebutuhan penempatan.
Dia berharap kesempatan kerja tersebut dapat membantu mengurangi beban ekonomi keluarga yang kehilangan tulang punggung akibat peristiwa penembakan sekaligus memberikan harapan terhadap keberlanjutan masa depan anggota keluarga korban.
Rizal menjelaskan mekanisme penerimaan tetap mengikuti ketentuan perusahaan dengan tahapan awal sebagai tenaga alih daya (outsourcing), sebelum memperoleh kesempatan menjadi karyawan sesuai evaluasi kinerja dan kebutuhan.
Tahap penugasan sebagai tenaga alih daya juga dimaksudkan untuk memberikan pembelajaran mengenai pekerjaan yang selaras dengan latar belakang pendidikan serta kemampuan masing-masing calon pekerja sebelum pengangkatan berikutnya.
Bulog menilai proses tersebut penting agar setiap calon pekerja memahami tugas dan tanggung jawab secara menyeluruh serta mampu menunjukkan kinerja memadai sebelum mengikuti tahapan pengangkatan sebagai karyawan perusahaan.
Perusahaan memastikan dukungan kepada keluarga korban diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pengabdian aparatur sipil negara yang gugur saat menjalankan tugas pelayanan masyarakat melalui penyaluran bantuan peternakan pemerintah.




