Ekspor Manufaktur|Eurasia|Kementerian Perindustrian

Enam Produk Manufaktur RI Bidik Pasar Eurasia

Oleh: Issa

08 Juli 2026, 15:47
Enam Produk Manufaktur RI Bidik Pasar Eurasia

foto: dok. Kemenperin

Pasardana.id - Indonesia membawa enam produk manufaktur khusus dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli 2026 sebagai Official Partner Country. Produk yang dipamerkan meliputi batik dan mesin batik, layanan survei geospasial, drone, kopi specialty, dekorasi rumah, serta fesyen dan tekstil.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, partisipasi Indonesia bertujuan memperluas kerja sama industri, perdagangan, dan investasi sekaligus memperkuat posisi manufaktur nasional di kawasan Eurasia.

"Peluang ekspor semakin terbuka seiring berlakunya Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang memberikan tarif preferensial bagi sejumlah produk unggulan Indonesia," kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menyebut pasar Eurasia memiliki prospek besar, terutama sektor furnitur dan kerajinan. Nilai pasar furnitur rumah tangga Rusia pada 2024 mencapai sekitar US$12,8 miliar dan diproyeksikan tumbuh rata-rata 5,4% per tahun hingga 2032.

Kinerja ekspor industri juga menunjukkan tren positif. Nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada 2025 mencapai US$806,63 juta, naik 15,46% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pada Triwulan I 2026, ekspor kerajinan mencapai US$165,27 juta, meningkat 4,08% secara tahunan.

Di sektor furnitur, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat US$1,84 miliar, dengan Amerika Serikat menyerap 53,3% dari total ekspor.

Pada Triwulan I 2026, ekspor furnitur mencapai US$458,56 juta, turun 12,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan pangsa pasar Amerika Serikat sebesar 54,97%.

Enam perusahaan yang mewakili Indonesia dalam pameran tersebut adalah CV Batik Teknologi Indonesia, PT Techno GIS Indonesia, PT Karya Solusi Angkasa, PT Nestra Kottama Indonesia, PT Khadija Kriya Abadi, dan Apikmen Tandangawe Sempurno.

Pemerintah berharap keikutsertaan mereka mampu memperluas akses pasar, meningkatkan ekspor, dan membangun kemitraan industri yang berkelanjutan di kawasan Eurasia.

Berita Terkini

See More