Privy|PT Syailendra Capital|Investor pasar modal|Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE)|aplikasi YO! Inves online reksa dana|ekosistem digital trust

Gandeng Privy, Syailendra Capital Percepat Verifikasi Identitas untuk Jangkau Jutaan Investor Pasar Modal

Oleh: Harry

05 Agustus 2026, 13:12
Gandeng Privy, Syailendra Capital Percepat Verifikasi Identitas untuk Jangkau Jutaan Investor Pasar Modal

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pertumbuhan investor pasar modal Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor pasar modal Indonesia telah melampaui 28,96 juta investor per Juni 2026 atau tumbuh 42,31% sejak awal tahun, menunjukkan semakin luasnya adopsi layanan investasi digital di Indonesia.

Di balik pertumbuhan ini, 54% investor pasar modal Indonesia merupakan Generasi Z, dan hampir 80% investor baru berusia di bawah 30 tahun sebagai generasi yang terbiasa dengan pengalaman digital serba instan.

Lonjakan dan komposisi investor pasar modal ini mendorong perusahaan penyedia investasi digital untuk mempercepat proses onboarding pengguna, salah satunya melalui verifikasi identitas yang mudah dan aman.

Menjawab kebutuhan tersebut, Syailendra Capital, salah satu perusahaan manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar di Indonesia, menggandeng Privy, Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang berinduk ke KOMIDGI, untuk memperkuat proses verifikasi identitas pengguna melalui penerbitan sertifikat elektronik pada salah satu layanan investasinya yaitu aplikasi YO! Inves online reksa dana.

Implementasi ini berhasil memangkas waktu verifikasi menjadi tiga menit per pengguna.

Sebab sebelumnya, proses verifikasi Syailendra Capital dilakukan secara manual melalui pencocokan data kependudukan pengguna ke Portal Dukcapil, seperti nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan tanggal lahir, sehingga membutuhkan waktu yang lebih panjang.

Gunanta Afrima, Chief Operating Officer (COO), Syailendra Capital, mengatakan percepatan onboarding menjadi kebutuhan strategis di tengah pertumbuhan investor ritel pasar modal yang sangat tinggi.

Karena tantangan utama industri investasi digital saat ini bukan hanya menarik investor baru, tetapi memastikan setiap proses mulai dari registrasi hingga berinvestasi berjalan dengan mudah dan aman.

“Bagi kami, proses verifikasi identitas pengguna bukan sekedar tahapan administrasi, namun menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan pengguna sejak interaksi pertama. Terlebih, pertumbuhan investor pasar modal di Indonesia yang didominasi oleh kalangan muda juga perlu diimbangi dengan pengalaman registrasi yang lebih efisien, yang pada akhirnya penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis dalam skala besar. Hal ini dikarenakan pengalaman registrasi memiliki pengaruh langsung terhadap tingkat keberhasilan onboarding calon pengguna, terutama bagi generasi muda yang terbiasa dengan layanan digital yang cepat dan sederhana,” ujar Gunanta Afrima, dalam siaran pers, Rabu (05/8).

Lebih lanjut, Gunanta menilai bahwa kolaborasi dengan penyedia digital trust seperti Privy merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat kesiapan operasional di tengah pertumbuhan pasar modal Indonesia.

“Kami melihat penguatan infrastruktur identitas digital sebagai investasi jangka panjang. Ketika proses verifikasi dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan aman, perusahaan memiliki fundamental yang kuat untuk meningkatkan kapasitas layanan, menjaga kepatuhan, serta menjangkau lebih banyak investor pasar modal secara berkelanjutan,” imbuh Gunanta.

Di saat yang bersamaan, Marshall Pribadi, Co-Founder & CEO Privy, mengatakan bahwa layanan investasi digital perlu didukung oleh infrastruktur kepercayaan digital atau digital trust yang kuat, salah satunya melalui proses verifikasi pengguna.

"Semakin besar adopsi investasi digital termasuk pasar modal, semakin penting juga untuk memastikan bahwa setiap akun pengguna yang terdaftar betul-betul dapat dipertanggungjawabkan. Terutama di tengah maraknya penyalahgunaan identitas dan pembukaan akun palsu. Sebagai PSrE yang berinduk ke KOMDIGI, Privy memiliki mandat untuk melakukan verifikasi identitas secara menyeluruh melalui biometrik wajah dengan teknologi liveness detection yang tervalidasi dan terhubung dengan Dukcapil, sehingga proses onboarding di platform pasar modal dapat berlangsung lebih aman dan tetap mudah bagi pengguna. Selain itu, setiap identitas yang telah diverifikasi dan menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan Privy juga dilindungi dengan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar, sehingga memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi pengguna maupun institusi terhadap risiko fraud atau penyalahgunaan sertifikat elektronik yang kami terbitkan,” ungkap Marshall.

Marshall melanjutkan, kolaborasi bersama Syailendra Capital juga sejalan dengan komitmen Privy dalam membangun ekosistem digital trust di Indonesia di berbagai industri.

“Sebagai penyedia digital trust, fokus Privy bukan hanya menyediakan tanda tangan elektronik, tetapi membangun kepercayaan di setiap proses yang terjadi di ruang digital secara end-to-end, mulai dari verifikasi identitas, penerbitan sertifikat elektronik, autentikasi pengguna, hingga verifikasi dokumen digital. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan di berbagai industri membangun proses bisnis digital yang lebih aman, efisien, dan scalable,” imbuh Marshall.

Untuk diketahui, Privy telah digunakan oleh lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi dan lebih dari 200.000 organisasi serta institusi di Indonesia.

Kolaborasi antara Syailendra Capital dan Privy diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem pasar modal yang semakin aman dan terpercaya, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan investasi digital.

Berita Terkini

See More