UOBAM Bongkar Strategi Investasi 3Q 2026: Saham China Naik Kelas, Emas Tetap Jadi Andalan
Oleh: Corri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - UOB Asset Management (UOBAM) meluncurkan publikasi 3Q 2026 Quarterly Investment Strategy yang menyoroti ketahanan ekonomi global yang tetap terjaga di tengah berbagai tantangan, mulai dari inflasi, tarif perdagangan, ketegangan geopolitik, hingga gejolak di pasar energi.
Selama 18 bulan terakhir, perekonomian global terus menghadapi berbagai tekanan.
Namun, aktivitas ekonomi tetap tumbuh solid.
Laba perusahaan di berbagai kawasan utama masih terjaga, pasar tenaga kerja tetap kuat, sementara investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI) terus menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan.
Meski ketidakpastian masih membayangi, ketahanan tersebut memperkuat keyakinan bahwa siklus ekspansi ekonomi global masih akan berlanjut meski berbagai risiko terus bermunculan.
Untuk proyeksi suku bunga, UOBAM menilai Bank Sentral Amerika Serikat lebih berpeluang mempertahankan suku bunga acuannya pada level saat ini untuk periode yang lebih panjang ketimbang memulai siklus kenaikan suku bunga.
Kendati inflasi yang masih relatif tinggi dan perkembangan geopolitik terbaru mendorong risiko kenaikan harga, UOBAM melihat tekanan inflasi yang mendasarinya terus mereda, terutama pada sektor perumahan dan upah.
Di pasar saham, UOBAM tetap optimistis terhadap prospek Asia dan menaikkan rekomendasi saham milik emiten yang tercatat di bursa efek Tiongkok daratan menjadi overweight dari sebelumnya underweight.
Meski indeks saham Asia telah menguat signifikan, valuasinya masih lebih rendah dibandingkan pasar saham global, sedangkan pertumbuhan laba perusahaan terus meningkat.
Menurut UOBAM, kombinasi pertumbuhan laba yang kuat dan valuasi yang menarik menciptakan peluang investasi yang menjanjikan.
Di Tiongkok, membaiknya laba sektor industri serta pertumbuhan berkelanjutan di sektor-sektor bernilai tambah tinggi semakin memperkuat prospek investasi, khususnya pada sektor AI, semikonduktor, infrastruktur energi, dan manufaktur berteknologi maju.
"Pesan utama bagi investor adalah ekonomi global telah berulang kali mampu menghadapi berbagai guncangan tanpa kehilangan momentum pertumbuhan. Di tengah ketidakpastian yang masih tinggi, kami tetap melihat peluang investasi yang menarik di Asia karena didukung pertumbuhan laba perusahaan yang kuat serta valuasi yang atraktif. Kami juga tetap mempertahankan emas sebagai salah satu alokasi investasi pilihan di tengah kondisi pasar yang semakin kompleks," jelas Head, UOBAM Multi-Asset Strategy, Anthony Raza, dalam siaran pers, Jumat (24/7).
Dalam hal strategi alokasi aset, UOBAM tetap mempertahankan posisi overweight untuk instrumen saham, mempertahankan portofolio yang terdiversifikasi pada instrumen pendapatan tetap, serta underweight pada kas.
UOBAM juga tetap mengunggulkan pasar saham Amerika Serikat dan Asia, sekaligus mempertahankan prospek positif terhadap emas.
Didukung tingginya permintaan dari bank-bank sentral dan perannya sebagai aset lindung nilai saat ketidakpastian meningkat, emas tetap menjadi instrumen penting untuk menjaga diversifikasi portofolio.




