Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (24/7/2026): IHSG Berpotensi Koreksi

Oleh: Ria

24 Juli 2026, 07:16
ANALIS MARKET (24/7/2026): IHSG Berpotensi Koreksi

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup turun pada perdagangan Kamis (23/7), melanjutkan pelemahan. Lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah, ditambah melemahnya saham Alphabet dan Tesla usai laporan keuangan, memicu aksi jual besar-besaran di Wall Street. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,97%, S&P 500 melemah 1,21%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 2,15%. Tekanan terbesar dari saham Alphabet, turun sekitar 7% dan Tesla melemah 14% setelah keduanya merilis laporan keuangan Q2 yang mengecewakan pasar. Sentimen negatif juga datang dari pasar energi. Harga minyak Brent ditutup sebesar US$ 100,69/bbl. Sedangkan, minyak mentah WTI sebesar US$92,19/bbl. Kenaikan harga minyak disebabkan klaim kelompok Houthi yang didukung Iran atas serangan terhadap dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah. Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur Iran apabila terjadi serangan terhadap kapal di Selat Hormuz. Laporan Axios juga menyebut Trump sedang mempertimbangkan serangan militer berskala besar terhadap Iran, meski belum menetapkan waktu pelaksanaannya. Dari sisi korporasi, saham Alphabet tertekan setelah induk Google tersebut menaikkan proyeksi belanja modal (capex) 2026 menjadi US$195 miliar hingga US$205 miliar, dari proyeksi sebelumnya US$180 miliar hingga US$190 miliar.

Di sisi lain, Mayoritas bursa Asia menguat pada perdagangan Kamis (23/7). Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,46%, Hang Seng Hong Kong menguat 1,28%, Taiex Taiwan naik 0,06%, Kospi Korea Selatan melesat 4,40%, ASX 200 Australia bertambah 0,18%. Sementara itu, Straits Times Singapura turun 0,24% dan FTSE Malaysia naik 0,19%. Penguatan bursa saham Asia, didorong optimisme terhadap prospek industri semikonduktor setelah sejumlah raksasa teknologi AS mengumumkan capex yang besar untuk pengembangan AI. Namun, penguatan pasar dibayangi lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, seiring setelah laporan keuangan Alphabet dan Tesla menunjukkan belum adanya perlambatan dalam belanja infrastruktur AI. Alphabet bahkan menaikkan proyeksi belanja modal tahun ini menjadi US$ 195 miliar hingga US$ 205 miliar, yang diperkirakan akan mengalir ke industri semikonduktor, termasuk produsen chip di Asia.

Sementara itu, IHSG kemarin (23/7) ditutup turun 0.3%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp712 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, TPIA, ASII, BBRI, dan DSSA.

“Hari ini IHSG berpotensi koreksi jika tembus di bawah support 6300. Diperkirakan Support IHSG: 6270-6300 dan Resist IHSG: 6350-6380,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (24/7).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: AKRA, LSIP, AMMN, BRMS, PTRO, dan INTP.

Berikut ini rekomendasi tradingnya:

AKRA Buy on Weakness dengan area beli di 1385-1400, cutloss di bawah 1350. Target dekat di 1440-1460.

LSIP Buy on Weakness dengan area beli di 1345-1375, cutloss di bawah 1345. Target dekat di 1420-1455.

AMMN Spec Buy dengan area beli di 4160-4200, cutloss di bawah 4120. Target dekat di 4280-4340.

BRMS Buy on Weakness dengan area beli di 585-595, cutloss di bawah 575. Target dekat di 620-630.

PTRO Spec Buy dengan area beli di 4860-4900, cutloss di bawah 4850. Target dekat di 4960-5050.

INTP Spec Buy dengan area beli di 4620-4630, cutloss di bawah 4600. Target dekat di 4650-4670.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More