Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (22/7/2026): IHSG Berpotensi Bullish

Oleh: Ria

22 Juli 2026, 07:34
ANALIS MARKET (22/7/2026): IHSG Berpotensi Bullish

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (22/7), didorong rally saham semikonduktor dan laporan keuangan emiten yang mayoritas melampaui ekspektasi. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,74%, S&P 500 menguat 0,89% dan Nasdaq Composite melesat 1,29%. Sentimen positif datang dari musim laporan keuangan 2Q26 yang sejauh ini menunjukkan hasil solid. Sementara itu, saham 3M melesat lebih dari 7% setelah membukukan laba Q2 yang melampaui konsensus. Selain itu, General Motors naik hampir 5% setelah mencatatkan pendapatan dan laba yang lebih baik dari proyeksi analis. Pelaku pasar kini menantikan laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi, termasuk Alphabet, IBM, dan Tesla, yang dijadwalkan rilis dalam beberapa hari ke depan. VanEck Semiconductor ETF (SMH) melonjak lebih dari 4%. Saham Micron Technology memimpin reli dengan kenaikan sekitar 12%, disusul Intel yang melesat 8%, Marvell Technology naik lebih dari 6%, dan Astera Labs menguat 3%. Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik antara AS dan Iran. Militer AS dilaporkan melanjutkan serangan terhadap Iran untuk malam kesepuluh berturut-turut setelah Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata telah berakhir.

Di sisi lain, Mayoritas Bursa Asia menguat pada perdagangan Selasa (21/7). Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 3,26% dan Topix meningkat 2,44%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,04%. Selain itu, Taiex Taiwan melonjak 4,2%, dan ASX 200 Australia naik 0,02%. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi naik 3,56% dan Kosdaq menguat 0,49%. Di sisi lain, Straits Times bertambah 0,45% dan FTSE Malaysia berkurang 0,11%. Penguatan tersebut setelah tiga hari mengalami penurunan imbas aksi jual saham perusahaan chip mereda menjelang pengumuman pendapatan perusahaan raksasa pekan ini. Kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memberi investor alasan untuk berhati-hati, menambah pergeseran keluar dari saham teknologi. Kini fokus investor beralih ke rilis pendapatan perusahaan-perusahaan besar untuk mencar petunjuk apakah kemajuan yang didorong oleh AI dapat dipertahankan.

Sementara itu, IHSG kemarin (21/7) ditutup naik 1.74%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp360 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah ANTM, PTRO, BMRI, BBRI dan BREN.

“IHSG sudah break di atas resistance kuat di 6300-6320. Jika IHSG terus bertahan di atas 6300, maka IHSG berpotensi lanjut naik hingga 6700-6850 middle term. Tapi, hati-hati jika break kembali di bawah 6300, potensi koreksi lagi ke 6000-an. Diperkirakan Support IHSG: 6230-6300 dan Resist IHSG: 6380-6470,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Rabu (22/7).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BBCA, TLKM, ANTM, BREN, NCKL, dan JPFA.

Berikut ini rekomendasi tradingnya:

BBCA Spec Buy dengan area beli di 6425-6525, cutloss di bawah 6350. Target dekat di 6650-6775.

TLKM Spec Buy dengan area beli di 2710-2750, cutloss di bawah 2680. Target dekat di 2780-2900.

ANTM Spec Buy dengan area beli di 3000-3060, cutloss di bawah 2990. Target dekat di 3090-3150.

BREN Spec Buy dengan area beli di 3440-3500, cutloss di bawah 3400. Target dekat di 3540-3580.

NCKL Spec Buy dengan area beli di 885, cutloss di bawah 880. Target dekat di 900-910.

JPFA Spec Buy dengan area beli di 2060-2080, cutloss di bawah 2030. Target dekat di 2110-2160.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More