ANALIS MARKET (21/7/2026): IHSG Masih Rentan Koreksi
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street kompak ditutup turun pada perdagangan Senin (20/7). Kenaikan harga minyak di tengah memanasnya konflik militer antara AS dan Iran membebani sentimen investor, meski saham-saham semikonduktor mulai rebound. Indeks S&P 500 turun 0,19%, Nasdaq Composite terkoreksi tipis 0,05% dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,59%. Pelemahan Dow Jones disebabkan anjloknya saham Apple lebih dari 2%, yang menjadi salah satu pemberat utama indeks. Sentimen pasar sempat membaik pada sesi perdagangan pagi setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan jalur diplomasi masih terbuka. Menurutnya, sejumlah negara perantara masih aktif bertukar pesan dengan Teheran sehingga peluang negosiasi dengan Washington tetap ada. Harga minyak kembali melonjak setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan Iran akan "membayar berkali-kali lipat" atas tewasnya tiga personel militer AS dalam serangan terbaru. Di tengah tekanan pasar, saham-saham semikonduktor mulai bangkit setelah mengalami aksi jual tajam sepanjang pekan lalu. Micron Technology menguat hampir 2%, Astera Labs naik 1,9%, Teradyne melonjak 3,5%, dan Advanced Micro Devices (AMD) bertambah 1,6%.
Di sisi lain, Bursa saham Asia turun pada perdagangan Senin (20/7) setelah meningkatnya konflik di kawasan Teluk mendorong harga minyak mentah menembus US$ 90/bbl, menimbulkan kembali kekhawatiran inflasi. Pada saat yang sama, investor menantikan laporan keuangan emiten-emiten teknologi besar yang akan menjadi pendorong rally saham berbasis AI. Harga penutupan minyak mentah Brent US$ 89,22/bbl, sedangkan minyak mentah WTI US$ 83,23/bbl. Kenaikan terjadi setelah militer AS melancarkan serangan ke Iran untuk hari kesembilan berturut-turut. Sebagai balasan, Iran kembali menyerang sejumlah target di kawasan. Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz juga semakin terganggu. Pada Minggu, hanya sedikit kapal yang berhasil melintasi jalur tersebut, sementara sebuah kapal dilaporkan terbakar. Bursa Jepang tutup karena libur nasional, Sementara itu, pasar saham China menguat 1,5% dan Hang Seng Hong Kong melesat 2,36% Sedangkan, bursa Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 4,5%, dan Kosdaq menurun 5,3%. Indeks ASX 200 Australia berkurang 0,06%.
Sementara itu, IHSG kemarin ditutup naik 0.91%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp157 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah TPIA, BRPT, BBRI, BNBR, dan CUAN.
“IHSG masih rentan koreksi, sepanjang gagal break resistance di 6300. Diperkirakan Support IHSG: 6100-6200 dan Resist IHSG: 6300-6320,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Selasa (21/7).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: TINS, PTRO, RAJA, SSIA, UNVR, dan ELSA.
Berikut ini rekomendasi tradingnya:
TINS Buy on Weakness dengan area beli di 3550-3570, cutloss di bawah 3510. Target dekat di 3600-3680.
PTRO Buy on Weakness dengan area beli di 4090-4120, cutloss di bawah 4050. Target dekat di 4140-4200.
RAJA Spec Buy dengan area beli di 900-915, cutloss di bawah 880. Target dekat di 925-940.
SSIA Spec Buy dengan area beli di 1720-1740, cutloss di bawah 1710. Target dekat di 1750-1790.
UNVR Spec Buy dengan area beli di 1730-1735, cutloss di bawah 1710. Target dekat di 1760-1780.
ELSA Spec Buy dengan area beli di 650-655, cutloss di bawah 640. Target dekat di 670-685.
Disclaimer on




