ANALIS MARKET (21/7/2026): IHSG Dibayangi Aksi Profit Taking
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (20/7), IHSG ditutup menguat +56,24 poin (+0,91%) ke level 6.231,78.
Penguatan tersebut didorong oleh aksi beli yang merata pada saham-saham berkapitalisasi besar terutama di sektor perbankan.
Optimisme investor terhadap antisipasi rilis kinerja emiten semester I-2026 menjadi motor penggerak utama di pasar domestik.
Kinerja positif ini berhasil mempertahankan laju di zona hijau di tengah sentimen global yang variatif, termasuk dinamika bursa Asia serta kehati-hatian pasar terhadap eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan pergerakan nilai tukar.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-0,59%), S&P 500 (-0,19%), & Nasdaq (-0,05%).
Pelemahan tersebut akibat memburuknya konflik antara AS dan Iran yang memicu fluktuasi harga minyak.
Lonjakan harga energi ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury yields) dan memicu kekhawatiran inflasi, sehingga memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.
Tekanan tersebut merembet ke berbagai sektor tradisional, mulai dari saham perbankan besar seperti JPMorgan (- 0,6%) dan Bank of America (-1,4%) hingga sektor manufaktur seperti Applied Materials (-0,7%), sehingga pelemahan ini tidak mampu diimbangi oleh penguatan di sektor teknologi.
“Secara teknikal, konsistensi volume pembelian pada perdagangan sebelumnya menunjukkan bahwa minat beli masih mendominasi pada IHSG. Sedangkan di sisi lain, pasar masih dibayangi adanya potensi profit taking (aksi ambil untung) pasca penguatan dalam beberapa hari terakhir,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (21/7).





