ANALIS MARKET (02/7/2026): IHSG Diproyeksi Bergerak Konsolidasi
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Pada perdagangan kemarin (1/7), IHSG ditutup menguat +51,92 poin (+0,92%) ke level 5.695,12.
IHSG berhasil mengalami teknikal rebound pasca mengalami penurunan yang cukup dalam pada perdagangan sebelumnya.
Dari sisi data domestik, BPS mencatat bahwa neraca perdagangan Indonesia mencetak defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026 (vs. Mei 2025: surplus US$4,3 miliar, April 2026: surplus US$89,1 juta), di luar ekspektasi konsensus yang memperkirakan surplus US$1,01 miliar, menandai defisit neraca perdagangan pertama sejak April 2020 sekaligus defisit terbesar sejak April 2019.
Kemudian, nilai tukar Rupiah kembali melanjutkan pelemahan sebesar 0,35% menjadi Rp17.961 terhadap dollar AS.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (-0,02%), S&P 500 (-0,21%), dan Nasdaq (-0,66%).
Pasar saham AS melemah pada hari Rabu akibat aksi jual tajam di sektor semikonduktor karena kekhawatiran valuasi AI yang berlebihan, meskipun sentimen tersebut diredam oleh kinerja positif sektor non-teknologi dan optimisme pasar terhadap kebijakan inflasi dari The Fed.
Di tengah ketidakpastian geopolitik dan sikap hatihati investor menjelang libur panjang, indeks Nasdaq mencatat penurunan terdalam, sedangkan sektor hyperscaler seperti Meta justru memberikan dukungan bagi pasar.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG diproyeksikan cenderung rawan terkoreksi atau bergerak konsolidasi setelah penguatan pada sesi sebelumnya,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (02/7).




