Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (14/7/2026): IHSG Berpotensi Bullish

Oleh: Ria

14 Juli 2026, 06:47
ANALIS MARKET (14/7/2026): IHSG Berpotensi Bullish

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (13/7). Sentimen pasar setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kembali blokade terhadap pengiriman kapal Iran melalui Selat Hormuz, menimbulkan lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Indeks S&P 500 turun 0,79%, Nasdaq Composite melemah 1,55%, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,26%. Trump melalui platform Truth Social menyatakan AS kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran maupun pihak yang melakukan perdagangan dengan negara tersebut. Ia juga menegaskan AS akan menjadi ‘penjaga Selat Hormuz’ dan akan mengenakan biaya sebesar 20% terhadap seluruh kargo yang melintasi jalur pelayaran strategis itu sebagai kompensasi atas biaya pengamanan. Pernyataan tersebut menyebabkan harga minyak terkoreksi. WTI melonjak 9,4% (US$ 78/bbl), dan Brent melesat 9,6% (US$ 83/bbl). Sementara itu, saham SK Hynix yang diperdagangkan di AS anjlok 9% setelah sempat melonjak 13% pada debutnya. Saham Micron Technology turun 4%, Sandisk melemah 12%, dan Seagate Technology turun 5%. Sementara itu, Advanced Micro Devices (AMD) terkoreksi 4% dan Intel turun 6%.

Di sisi lain, Bursa saham di kawasan Asia beragam pada Senin (13/7), setelah konflik di kawasan Teluk semakin memanas. Iran mengklaim telah menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan minyak dunia, sehingga menimbulkan lonjakan harga minyak dan kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Selain itu, investor kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed meningkat, menjelang kesaksian pertama Ketua Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres pada Selasa waktu AS. Pasar juga menantikan data inflasi AS periode bulan Juni yang akan dirilis Selasa, yang diperkirakan sedikit melambat dari level 4,2% karena sebelumnya harga bensin melemah. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 1,9% dan Topix turun 0,7%. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 9% dan Kosdaq melemah 4,5%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong naik 0,16%, ASX 200 Australia bertambah 0,03% dan Taiex Taiwan menguat 0,06%.

Sementara itu, IHSG kemarin (13/7) ditutup naik 1.92%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp413 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, MAPI, ASII, TINS, dan DEWA.

“IHSG berpotensi naik kembali jika menembus 6050 dengan target di 6150 shortterm. Katalisnya adalah S&P tetapkan stable outlook untuk Indonesia. Diperkirakan Support IHSG: 5970-6000 dan Resist IHSG: 6100-6150,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Selasa (14/7).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BRPT, TPIA, BUMI, MINA, AMMN, dan CDIA.

Berikut ini rekomendasi tradingnya:

BRPT Spec Buy dengan area beli di 1735-1750, cutloss di bawah 1720. Target dekat di 1780-1800.

TPIA Spec Buy dengan area beli di 1870-1890, cutloss di bawah 1870. Target dekat di 1920-1975.

BUMI Spec Buy dengan area beli di 145-147, cutloss di bawah 140. Target dekat di 150-152.

MINA Spec Buy dengan area beli di 272-276, cutloss di bawah 270. Target dekat di 282-292.

AMMN Spec Buy dengan area beli di 3700-3780, cutloss di bawah 3680. Target dekat di 3850-3900.

CDIA Spec Buy dengan area beli di 625-635, cutloss di bawah 620. Target dekat di 645-660.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More